
batampos – Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menyelesaikan konflik antara AS dan Iran melalui jalur diplomasi. Upaya tersebut dinilai penting untuk mengakhiri ketegangan dan mencegah konflik kembali meluas.
Desakan itu disampaikan Erdogan dalam pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Trump pada Sabtu (7/11). Informasi tersebut disampaikan Kantor Kepresidenan Turkiye dan dilansir Antara, Minggu (8/11).
Dalam pernyataannya, Erdogan menegaskan bahwa ketegangan antara Iran dan AS harus segera diakhiri. Berbagai persoalan yang menjadi pemicu konflik juga perlu diselesaikan melalui jalur diplomasi.
Turkiye, lanjut pernyataan tersebut, akan terus berupaya mendorong terciptanya perdamaian.
Selain membahas konflik Timur Tengah, kedua pemimpin turut membicarakan hubungan bilateral Turkiye-AS serta perkembangan situasi regional dan global.
Erdogan juga menyampaikan keyakinannya bahwa kerja sama antara Turkiye dan AS akan terus menguat. Kedua negara diharapkan dapat memberikan momentum baru bagi hubungan bilateral dalam waktu dekat.
Sebagai informasi, pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran. Teheran kemudian membalas serangan tersebut.
Meski ketegangan konflik kini mulai mereda, hingga saat ini belum tercapai penyelesaian menyeluruh. Risiko kembali pecahnya permusuhan antara pihak-pihak yang terlibat juga masih membayangi kawasan Timur Tengah.(*)



