Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem Hingga 30 November

Y
Penulis: Yashinta❯

Cuaca mendung menyelimuti kawasan Batam Center, Bengkong dan Nongsa, Rabu (10/9). Beberapa hari ini kota Batam sering diguyur hujan.
Cuaca mendung menyelimuti kawasan Batam Center, Bengkong dan Nongsa, Rabu (10/9). Beberapa hari ini kota Batam sering diguyur hujan.

batampos— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan melanda wilayah Kepulauan Riau (Kepri).


Advertisement

Hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi diprediksi terjadi di sejumlah wilayah Kepri, terutama Natuna dan Anambas dalam beberapa hari kedepan.

 Dengan meningkatnya potensi cuaca ekstrem, BMKG meminta seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk bersiaga menghadapi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi selama beberapa hari mendatang.

Advertisement

 Kepala BMKG Hang Nadim Batam, Ramlan, mengatakan dinamika atmosfer menunjukkan adanya peningkatan aktivitas cuaca di kawasan barat Indonesia. Kondisi ini berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan yang lebih masif dibandingkan hari-hari sebelumnya.

“Perlu diwaspadai cuaca ekstream di Kepri, karena adanya dinamika atmosfer yang meningkatkan aktivitas cuaca,” tegasnya.

Menurutnya, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat terjadi secara sporadis dan disertai petir. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. “Terutama mereka yang tinggal di wilayah rawan banjir, longsor, ataupun angin kencang,” ujar Ramlan.

Advertisement

 Ia menjelaskan, salah satu faktor pemicu cuaca ekstrem ini adalah keberadaan Siklon Tropis KOTO di wilayah Laut Cina Selatan. Siklon tersebut memunculkan daerah konvergensi massa udara yang memicu pembentukan awan hujan di Kepri.

 “Siklon Tropis “KOTO” di Wilayah Laut Cina Selatan yang menyebabkan konvergensi massa udara,” ungkapnya.

 Selain pengaruh siklon, nilai Dipole Mode Index yang berada di angka -0,6 turut meningkatkan aktivitas konvektif di Indonesia bagian barat. Kombinasi dua faktor inilah yang membuat curah hujan berpotensi meningkat di wilayah Kepri.

Peringatan dini BMKG berlaku mulai 28 hingga 30 November 2025. Pada periode tersebut, wilayah Natuna dan Anambas disebut sebagai kawasan yang paling berisiko dilanda hujan lebat, banjir, hingga tanah longsor.

 “Potensi cuaca ekstream 3 hari kedepan, terutama untuk wilayah Natuna dan Anambas,” tegasnya.

 Selain bencana hidrometeorologi di darat, BMKG juga mengingatkan potensi gelombang tinggi di perairan sekitar Natuna dan Anambas. Kondisi laut yang tidak bersahabat berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran dan perikanan.

 Ia meminta nelayan tradisional, operator kapal feri, serta pelayaran komersial untuk memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas.

 “Jangan memaksakan perjalanan jika kondisi laut berbahaya,” katanya.

 Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap siaga, terutama ketika hujan deras mengguyur wilayah pemukiman. Potensi pohon tumbang, petir, hingga angin kencang bisa terjadi sewaktu-waktu dalam kondisi ekstrem.

 “Masyarakat diharapkan memperhatikan lingkungan sekitar, memastikan saluran air tidak tersumbat, dan menghindari berteduh di bawah pohon ketika hujan deras disertai petir,” sebutnya.

 Ramlan menambahkan, BMKG membuka akses informasi cuaca selama 24 jam untuk masyarakat yang membutuhkan perkembangan terbaru. “Informasi lengkap dapat diakses melalui laman resmi BMKG,” pungkasnya. (*)

 

 

Advertisement
Editor : Tunggul Manurung

Artikel Terkait

    Udara Batam Membaik, BMKG Prediksi Haze Masih Berpotensi Terjadi

Udara Batam Membaik, BMKG Prediksi Haze Masih Berpotensi Terjadi

Kualitas udara Batam membaik pada Kamis (8/10) dengan PM2,5 tercatat 38,5 mikrogram per meter kubik

Kualitas Udara Batam Memburuk, PM2.5 Capai 85,3 µg/m³ akibat Asap Karhutla

Kualitas Udara Batam Memburuk, PM2.5 Capai 85,3 µg/m³ akibat Asap Karhutla

Kualitas udara Batam memburuk akibat asap karhutla. PM2.5 mencapai 85,3 µg/m³, warga diminta membatasi aktivitas luar ruangan.

    Udara Batam Kembali Tidak Sehat, Asap Karhutla Masuk dari Sumatera-Kalimantan

Udara Batam Kembali Tidak Sehat, Asap Karhutla Masuk dari Sumatera-Kalimantan

Kualitas udara Batam memburuk akibat masuknya asap karhutla dari Sumatera dan Kalimantan. PM2.5 tercatat 85,3 µg/m³

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer