Ansar Ahmad: Pembangunan Kepri Terus Digenjot, Wilayah Perbatasan Jadi Prioritas

batampos – Pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akan terus digenjot, terutama di wilayah perbatasan. Posisi geografis Kepri sebagai daerah terdepan Indonesia membuat pembangunan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga penguatan kedaulatan maritim nasional.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Daerah Kepri, Kota Tanjungpinang, Senin (17/8/2026).
Ansar mengatakan kemerdekaan harus diisi dengan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kemerdekaan bukanlah garis akhir, melainkan jembatan emas menuju cita-cita luhur yang harus terus diisi dan diperjuangkan," kata Ansar.
Menurutnya, posisi Kepri sebagai provinsi kepulauan sekaligus wilayah perbatasan memberikan tanggung jawab besar dalam menjaga kedaulatan negara.
Karena itu, pembangunan di wilayah perbatasan menjadi salah satu perhatian penting pemerintah. Penguatan wawasan kebangsaan juga terus dilakukan, salah satunya melalui sosialisasi kebangsaan yang telah menyasar sekitar 15 ribu pelajar di Kepri.
Program Astacita Terus Berjalan di Kepri
Ansar juga memaparkan sejumlah program strategis nasional yang telah berjalan di Kepri. Salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah menjangkau 594.278 penerima melalui 239 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tujuh kabupaten/kota.
Program Kampung Nelayan Merah Putih juga telah mencakup 119 lokasi. Dari jumlah tersebut, empat lokasi telah selesai dibangun, sementara lokasi lainnya masih dalam proses pengerjaan.
"Lalu program Kampung Nelayan Merah Putih telah mencakup 119 lokasi, dengan empat di antaranya sudah terbangun dan sisanya masih berproses," ujarnya.
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih turut berjalan. Dari 407 unit yang direncanakan, sebanyak 87 gerai telah dibangun.



