
batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kepri, Mochammad Bisri, mengatakan kabut asap kiriman akibat karhutla di wilayah Sumatera mulai masuk ke sejumlah wilayah Kepri. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko masyarakat mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
"Ditambah musim kemarau yang memicu polusi debu, juga berpotensi meningkatkan ISPA," kata Bisri di Tanjungpinang, Senin (8/9/2026).
Kasus ISPA Kepri Naik
Dinkes Kepri mencatat jumlah kasus ISPA hingga awal September 2026 mencapai 3.230 kasus. Angka tersebut meningkat dibandingkan Agustus 2026 yang tercatat sebanyak 3.022 kasus.
Dengan demikian, terdapat kenaikan sekitar 208 kasus dalam periode tersebut.
Bisri mengatakan kasus ISPA ditemukan pada berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan perlindungan diri, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan saat kualitas udara menurun.
"Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan," ujarnya.
Kenali Gejala ISPA
Bisri menjelaskan ISPA merupakan infeksi yang menyerang sistem pernapasan dan umumnya disebabkan oleh virus. Infeksi dapat mengenai saluran pernapasan, termasuk hidung, trakea hingga paru-paru.
Gejala ISPA yang perlu diperhatikan antara lain demam, batuk, pilek, hingga sesak napas pada kondisi yang lebih berat.
Masyarakat yang mengalami keluhan pernapasan dan kondisi yang memburuk disarankan segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan.



