“Kita melihat maraknya mengenai impor ikan yang diduga ilegal dari Malaysia. Isu ini beredar di dua pelabuhan di Batam,” kata Januarman, koordinator mahasiswa di lapangan Pamedan Ahmad Yani, Jumat (24/5).
Januarman menduga ikan impor ilegal yang masuk ke Kepri itu masuk melalui pelabuhan Belakang Padang dan pelabuhan di Segulung Batam.
Jika hal ini terus dibiarkan, ikan impor yang diduga ilegal dari Malaysia akan masuk ke tujuh Kabupaten dan Kota yang ada di Kepri, dan bisa membuat nelayan setempat sengsara.
“Bisa saja impor ikan yang diduga ilegal ini meraja lela, dan akan mencekik nelayan lokal yang ada di Kepri,” kata Januar.
Oleh sebab itu, pihaknya berharap stakeholder dan instansi terkait di Kepri dapat mengecek dan menyelesaikan permasalahan yang ada.
“Kita akan terus menyuarakan isu impor ikan ilegal ini,” jelas Januar. (*)
Editor : Tunggul Manurung