Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pemprov Kepri Sekolahkan 58 Dokter Ambil Spesialis, Dibiayai Rp200 Juta per Tahun

Slamet Nofasusanto • Sabtu, 14 Februari 2026 | 09:00 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Moh Bisri, menjelaskan program beasiswa pendidikan dokter spesialis bagi 58 dokter di Kepri. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Moh Bisri, menjelaskan program beasiswa pendidikan dokter spesialis bagi 58 dokter di Kepri. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos

batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) akan menyekolahkan 58 dokter untuk menempuh pendidikan dokter spesialis guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.

Ansar Ahmad mengatakan program tersebut ditujukan bagi dokter yang telah lulus pendidikan profesi dan ingin melanjutkan ke jenjang spesialis.

“Kita akan sekolahkan 58 dokter yang ada di Kepri. Seorang dokter akan mendapatkan bantuan pendidikan sekitar Rp200 juta per tahun,” ujar Ansar.

Ia menegaskan, program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengatasi kekurangan dokter spesialis di sejumlah rumah sakit di Kepri.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Moh Bisri, menambahkan saat ini tim tengah melakukan proses seleksi terhadap calon peserta.

“Kuotanya 58 dokter. Sudah hampir 50 yang menyatakan berkeinginan ikut,” kata Bisri.

Menurutnya, dokter yang lolos seleksi akan mengambil sejumlah program spesialis prioritas, seperti spesialis kandungan, penyakit dalam, anak, bedah, anestesi, serta patologi klinis.

Pemprov Kepri akan memberikan bantuan pendidikan rata-rata Rp200 juta per tahun hingga pendidikan selesai. Masa pendidikan dokter spesialis umumnya berlangsung sekitar empat tahun.

“Kita berikan bantuan sampai selesai. Rata-rata pendidikan dokter spesialis selama empat tahun,” jelasnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan, para dokter diwajibkan kembali dan mengabdi di wilayah Kepri selama 20 tahun.

“Harapannya mereka bisa memenuhi kebutuhan dokter spesialis di rumah sakit daerah,” pungkasnya. (*)

Editor : Jamil Qasim