Minggu, 14 Agustus 2022

Direktur PT MBJ Didakwa Tak Setor Pajak

Baca Juga

batampos- Direktur PT Mitra Bangun Jaya (MBJ) Tanjungpinang, Leo Ricky didakwa bersalah karena tidak melakukan penyetoran pajak senilai Rp 338 juta.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bambang, mengatakan tahun 2018 PT MBJ dengan sengaja tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut, sehingga menimbulkan kerugian pada pendapatan negara.

PT MBJ telah mengajukan permohonan untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP), sesuai formulir permohonan yang telah diterima KPP dan ditandatangani oleh terdakwa selaku direktur.

“Tugas pokok dan wewenang terdakwa selaku Direktur adalah mengawasi penjualan dan pembelian bahan bangunan terkait transaksi dengan PT China Communication Construction Enginering Indonesia,” kata JPU di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (3/8).

Terdakwa juga telah melaporkan SPT Tahunan PPh Badan atas nama PT MBJ pada 2018 secara Efiling dengan bukti penerimaan Surat nomor : S-99034394/PPWBIDR/WPJ.34/ KP.0203/2019 tanggal 29 April 2019 dengan nilai pelaporan nihil.

BACA JUGA: DJP Kepri Limpahkan Kasus Pajak Senilai Rp 338 Juta ke Kejati

Berdasarkan data pembayaran dari lawan transaksi PT MBJ , terdapat transaksi sesuai faktur pajak yang telah diterbitkan PT MBJ senilai Rp 4,3 miliar. Namun, terdakwa tidak melaporkan sebagian pembelian dan penjualan atas nama PT MBJ periode Juli hingga Desember 2018. “Jumlah PPN yang sudah dipungut dan belum dilaporkan oleh terdakwa selama periode tahun pajak 2018 sebesar Rp 338 juta,” terang JPU.

Akibat perbuatannya, terdakwa didakwa Pasal 39 ayat (1) huruf I Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Terdakwa juga didakwa Pasal 39 ayat 1 huruf c tentang perpajakan. (*)

reporter: yusnadi

Update