Minggu, 14 Agustus 2022

Tukang Sapu Pasar Baru Mogok Kerja karena Belum Terima Gaji

Baca Juga

batampos- Pedagang Pasar Baru I Tanjungpinang keluhkan kondisi pasar yang kotor akibat tidak dibersihkan oleh tukang sapu.

Salah satu pedagang cabai dan sayur di Pasar Baru I Tanjungpinang, Abdurahman mengatakan pada Selasa (2/8) kemarin, tukang sapu tidak bekerja akibat tidak kunjung menerima gaji sejak beberapa bulan belakang.

Sampah di Pasar Baru I Tanjungpinang berserakan karena tukang sapu mogok akibat belum terima gaji, Rabu (3/8). F. Peri Irawan

“Tukang sapu itu katanya bukan tidak mau nyapu, tapi karena belum digaji,” kata Abdurahman, Rabu (3/8).

Akibat pasar tidak disapu, kata Abdurahman para pedagang juga sepakat tidak mau bayar iuran harian sebesar Rp 6.000 per lapak setiap harinya.

BACA JUGA: Astaga Naga… Ternyata Ini Alasan PT BIS Naikkan Tarif Sewa Lapak di Pasar Barek Motor, Kijang

“Kemarin itu sudah pernah terjadi juga, kemudian gajinya dibayar, sorenya tukang sapu itu kerja lagi,” terangnya

Di sekitar pasar lapak sayur itu, disampaikan Abdurahman terdapat dua tiga orang tukang sapu kemudian di lantai dua disapu oleh satu orang.

Dengan iuran yang ditagih Rp 6.000 per lapak setiap hari, seharusnya kata Abdurahman bisa memberikan kondisi pasar yang bersih.

“Sekarang pedagang juga demo tidak mau bayar, itu banyak sampah-sampah berserakan di bawah lapaknya,” ucapnya.

Menurutnya, sangat wajar jika tukang sapu mogok kerja karena karena salah satu pekerja yang berada di bawang naungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang itu berdomisili di Kilometer (Km) 18, sehingga membutuhkan biaya untuk berangkat kerja.

“Mereka (tukang sapu) sering curhat gajinya ada tiga dan lima bulan belum dibayar, terus untuk ke pasar pergi kerja gimana nggak ada uang,” terangnya. (*)

Reporter : Peri Irawan

 

Update