Minggu, 14 Agustus 2022

Belum jadi Aset Pemko Tanjungpinang, Perbaikan Pelantar Kuning Belum dapat Kepastian

Baca Juga

batampos– Pemeliharaan pelantar kuning atau dermaga menuju Pulau Penyengat hingga pertengahan 2022 belum mendapat angin segar untuk dilakukan pemeliharaan.

Padahal, pelantar menuju pulau yang dinobatkan sebagai pulau perdamaian dunia itu digunakan rutin setiap hari oleh masyarakat seperti orang yang bekerja, hingga anak-anak yang pergi sekolah.

Sekda Kota Tanjungpinang, Zulhidayat.F. Peri Irawan

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Zulhidayat mengatakan pihaknya juga berharap besar untuk bisa melakukan pemeliharaan pelantar kuning, namun masalahnya pelantar yang digunakan masyarakat penyengat setiap hari itu belum tercatat sebagai aset Pemko Tanjungpinang.

BACA JUGA: Halo Pemko Tanjungpinang, Tiang Penyangga Pelantar Kuning Banyak yang Rusak

“Tapi sayangnya kita terbentur regulasi bahwa aset itu belum tercatat sebagai aset pemko Tanjungpinang,” kata Zulhidayat, Kamis (4/8).

Pulau Penyengat merupakan salah satu ikon budaya melayu sehingga akses menuju lokasi itu memang harus representatif.

Untuk pemindahan aset itu seharusnya tidak membutuhkan waktu yang lama, tergantung kedua belah pihak yaitu Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Bintan.

“Tergantung niat masing-masing pihak, ini perkara dua pihak, keduanya harus mau untuk menyelesaikan,” ujarnya.

Pelantar Kuning itu, sekarang ini ditegaskan Zulhidayat tidak mampu menahan beban yang terlalu berat, kekuatan tiang penyangga saat ini hanya sekitar 30 persen dan itu cukup untuk menahan beban berat dari atas sedangkan dari samping sudah tidak memiliki kekuatan.

“Yang kita khawatirkan itu dorongan dari samping, seperti hantaman kapal,” ujarnya.

Salah satu warga penyengat, Ainul sangat menyayangkan pemeliharaan pelantar kuning belum bisa dilakukan secepatnya, padahal pelantar itu menjadi akses utama warga penyengat untuk ke Tanjungpinang.

“Seharusnya bisa disegerakan, apakah mau nunggu roboh dan menimbulkan korban dulu baru diperbaiki,” ujarnya.

Padahal sekarang ini, pembangunan sedang gencar dilakukan di sekitar tepi laut dan jalan merdeka, namun kondisi pelantar kuning seperti terlupakan.

“Walaupun terkendala aset harusnya bisa diselesaikan dengan cepat,” tuturnya. (*)

Reporter: Peri Irawan

Update