Selasa, 27 September 2022

Leo Kembalikan Kerugian Pajak, Hakim Kabulkan Permohonan Terdakwa untuk Penangguhan Penahanan

Baca Juga

batampos – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang, mengabulkan permohonan penangguhan penahanan yang diajukan terdakwa tindak pidana pajak, Leo Ricky.

Humas Pengadilan Negeri Tanjungpinang Isdaryanto, mengatakan hal tersebut berdasarkan hasil persidangan terdakwa. Saat ini, terdakwa telah menjadi tahanan kota. Sebelumnya terdakwa menjalani masa tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpinang.

Majelis Hakim, kata Isdaryanto, memiliki beberapa pertimbangan dalam memutuskan permohonan penangguhan penahanan yang diajukan terdakwa Leo Ricky. Pertimbangannya negara sudah tidak lagi dirugikan atas perbuatan terdakwa.

BACA JUGA: Direktur PT MBJ Didakwa Tak Setor Pajak

Terdakwa juga telah mengembalikan uang kerugian pajak dan beserta denda sebanyak 300 persen. “Terdakwa kooperatif. Syarat subjektif dan objektif sesuai kewenangan majelis dalam KUHAP terkait penahanan sudah dipenuhi,” terang Isdaryanto, Rabu (10/8).

Majelis Hakim, lanjutnya, mengacu pada Pasal 44B ayat (1) UU KUP yang mengatur wewenang Menteri Keuangan untuk meminta Jaksa Agung menghentikan penyidikan tindak pidana perpajakan untuk kepentingan penerimaan negara. “Maka Majelis Hakim memandang permohonan terdakwa layak dikabulan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Direktur PT Mitra Bangun Jaya (MBJ) Tanjungpinang, Leo Ricky didakwa bersalah karena tidak melakukan penyetoran pajak senilai Rp 338 juta. Pada 2018 PT MBJ dengan sengaja tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut, sehingga menimbulkan kerugian pada pendapatan negara.

Akibat perbuatannya, terdakwa didakwa melanggar Pasal 39 ayat (1) huruf I Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Terdakwa juga didakwa Pasal 39 ayat 1 huruf c tentang perpajakan. (*)

reporter: Yusnadi

Update