Selasa, 6 Desember 2022

Program Orang Tua Asuh Bantu Tekan Stunting

Baca Juga

Wali Kota Tanjungpinang, Rahma dan jajaran rapat rekonsiliasi percepatan penurunan stunting bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Kepri, Rabu (12/10) kemarin.

batampos– Pemko Tanjungpinang terus menggesa penekanan angka stunting dengan aksi nyata melalui program orang tua asuh.

Dalam percepatan penurunan stunting membutuhkan kerjasama dari seluruh elemen, mulai dari para akademisi, perangkat daerah, dinas kesehatan, kementerian agama, satgas stunting, penyuluh keluarga berencana hingga tim pendamping keluarga.

“Kita memerlukan aksi nyata untuk mencapai satu perubahan yang baik,” kata Rahma, Kamis (13/10).

Sekarang ini, Rahma menjelaskan aksi yang sudah berjalan di Tanjungpinang sekarang adalah program orang tua asuh bagi anak dengan kondisi stunting.

“Sudah ada sekitar 27 orang dari Pemko Tanjungpinang menjadi orang tua asuh bagi anak dengan kondisi stunting,” paparnya.

BACA JUGA: BKKBN Kepri-Pemkab Karimun-Kamenag Karimun Cegah Pencegahan Stunting dari Hulu

Program orang tua asuh itu bertujuan untuk membantu keluarga yang memang membutuhkan penanganan kesehatan anak yang menderita stunting dan itu atas dasar rasa peduli dan tanggungjawab yang bersangkutan.

“Program ini tidak melalui APBD, melainkan dengan keikhlasan dan rasa tanggungjawab bersama,”ucapnya.

Walikota berharap akan lebih banyak orang tua asuh yang bersedia ikut dalam program itu untuk mencapai satu tujuan bersama yaitu menekan angka stunting di Tanjungpinang.

“Ini adalah tugas kita bersama dalam menyelesaikan masalah stunting. Melibatkan peran PKK dan lintas sektoral agar ikut memberikan edukasi dengan harapan anak-anak sehat serta bebas stunting,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Pencegahan Stunting (TPPS) Kota Tanjungpinang, Surjadi
menjelaskan percepatan penanganan stunting ini merupakan program prioritas nasional.

“Kunci kemajuan bangsa itu terletak pada penanganan generasi sejak awal. Jika angka stunting rendah, maka dapat menghasilkan sumber daya manusia yang produktif dan kompeten,” papar Surjadi. (*)

 

Reporter : Peri Irawan

 

Update