Selasa, 27 September 2022

Air Sungai Jang Tercemar Lumpur, Nelayan Keluhkan Hasil Tangkap Menurun

Baca Juga

Kelong milik Edi dicemari lumpur kuning yang terbawa air saat hujan, Rabu (24/8). F. Peri Irawan

batampos- Nelayan udang di aliran sungai jang keluhkan limbah lumpur dari pembangunan perumahan daerah pembakaran mayat yang tidak dikelola dengan baik sehingga mencemari habitat ikan dan berdampak pada pendapatan.

Selama tiga tahun belakang, hasil tangkap ikan, udang ataupun kepiting oleh nelayan yang tinggal di Rt 04, Rw 09, Kelurahan Sei Jang menurun drastis akibat kondisi sungai yang sering tercemar, terutama saat hujan deras lumpur kuning dan limbah akan terbawa air hingga mencemari kelong milik nelayan.

Salah satu nelayan di Gang Menur 8, Jalan Menur, Edi menjelaskan imbas sungai jang yang tercemar lumpur sekarang ini hasil tangkapan nelayan jauh berkurang. Biasanya satu hari rata-rata nelayan bisa mendapat 3 Kilogram (Kg) udang, sekarang sudah sulit karena sungai sering kotor karena limbah.

BACA JUGA: 90 Nelayan Tanjungpinang Dilatih Membuat Bubu dan Pengikat Jaring Gillnet

“Sekarang untuk mendapat setengah kilo saja sudah sudah,” kata Edi saat dijumpai, Rabu (24/8).

Edi menuturkan biasanya saat malam, udang di aliran sungai itu akan mudah terlihat ketika diterangi lampu senter, sekarang sudah tidak terlihat, kemudian saat air keruh ikan lain seperti sembilang juga sering pingsan.

“Terutama saat hujan limbah bercampur lumpur, ikan-ikan banyak yang pingsan gitu,” sebutnya.

Ia berharap selain masyarakat tidak membuang sampah ke sungai, juga meminta agar pihak pengelola yang membangun perumahan di sekitaran pembakaran mayat bisa mengelola dengan baik agar tanah kuning tersebut tidak mencemari sungai.

“Minimal limbahnya itu tidak turun ke sungai semua, akhirnya habitat ikan dan udang jadi berkurang,” paparnya.

Sekarang ini, kata Edi ada sekitar 20 nelayan yang memiliki kelong merasakan dampak tersebut, biasanya penghasilan satu hari bisa mencapai Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu, tapi sekarang sudah jarang.

“Satu kilo kita jual udang besar itu Rp 150 ribu kalau yang kecil Rp 125 ribu per kilonya,” ucap Edi. (*)

reporter: Peri Irawan

Update