Selasa, 27 September 2022

Kontraktor Kebut Pengerjaan Proyek Flyover Basuki Rahmat

Baca Juga

Flyover Basuki Rahmat

batampos-Pekerjaan proyek strategis Flyover Basuki Rahmat, Tanjungpinang terus digesa. PT. Pandji Bangun Persada selaku kontraktor mengerahkan puluhan pekerja.

“Status sampai (21/8) lalu, realisasi fisik sudah pada angka 27 persen. Masih ada deviasi sekitar 1,07 persen,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Flyover Basuki Rahmat, Sayed Wahidin, Rabu (24/8) di Tanjungpinang.

Menurutnya, pekerjaan terus digesa siang malam. Disebutkannya, untuk saat ini ada 75 orang pekerja yang dikerahkan. Lebih lanjut, Sayed mengatakan, sesuai dengan rencana kerja yang sudah ditargetkan, pada Oktober mendatang struktur atas sudah mulai terpasang.

“Rencana Okotober nanti, sudah mulai pemasangan U Girder. Saat ini, pekerjaan di lapangan fokus menyelesaikan struktur utama untuk kedudukan U Girder,” jelasnya.

Masih kata Sayed, sekitar 30 persen pekerjaanya menggunakan sistem cetak (beton precast). Saat ini, untuk bahan-bahan cetak sedang dalam proses. Sehingga dengan datangnya U Girder nanti, progresnya akan sangat baik.

“Kegiatan pembangunan Flyover ini masuk dalam daftar Pengamanan Proyek Strategis (PPS) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepri. Kita optimis, pembangunan tuntas sesuai waktu,” tutupnya.

BACA JUGA: Proyek Flyover Basuki Rahmat, Tanjungpinang Digesa Siang Malam

Belum lama ini, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, pembangunan Flyover Basuki Rahmat, Tanjungpinang ini mengguna dana pinjaman dari PT SMI Persero. Ia mengharapkan pembangunan berjalan dengan baik, dan tidak meleset dari target.

“Ada tujuh kegiatan strategis Pemprov Kepri yang didanai oleh PT SMI Persero. Salah satunya adalah Flyover Basuki Rahmat, Tanjungpinang,” ujar Gubernur Ansar.

Seperti diketahui, perusahaan asal Kalimatan Selatan (Kalsel) PT. Pandji Bangun Persada menjadi yang terpilih untuk menggarap mega proyek milik Pemerintah Provinsi Kepri, Fly Over Basuki Rahmat, Tanjungpinang. Sedangkan PT. Adhimascipta Dwipantara, Jakarta yang bertanggungjawab sebagai konsultan pengawas terhadap proyek dengan Pagu Anggaran (PA) sebesar Rp60 miliar tersebut. (*)

reporter: Jailani

Update