Selasa, 27 September 2022

Nelayan Dilatih Pahami Cuaca dan Titik Ikan

Baca Juga

 

batampos – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam berikan sekolah lapangan cuaca nelayan (SLCN) pada nelyan yang ada di Tanjungpinang dan Bintan.

Penyematan tanda peserta untuk nelayan yang mengikuti SLCN di Tanjungpinang, Kamis (25/8). F, Peri Irawan

Koordinator Bidang Manejemen Meteorologi Maritim BMKG Pusat, Riris Adriyanto menjelaskan pihaknya sudah mengidentifikasi cuaca sejak beberapa tahun belakang di darat dan laut yang semakin tidak menentu.

“Kaitan dengan itu tentu bagi pengguna informasi dari kami seperti nelayan dan pengguna alat transportasi sangat penting mengetahui hal ini,” kata Riris di Tanjungpinang, Kamis (25/8).

Program SLCN ini akan memberikan pemahaman kepada nelayan, masyarakat dan stakeholder bagaimana cara membaca informasi yang disajikan oleh BMKG tentang kondisi maritim.

Tidak hanya itu, para nelayan lanjut Riris, juga dibekali ilmu bagaimana cara melihat suatu lokasi di laut yang memiliki banyak ikan, sehingga pada akhirnya nelayan lebih efektif dalam bekerja.

“Tentu ini berkaitan erat dengan keselamatan saat beraktifitas dan hasil tangkapan nelayan makin optimal. Nelayan itu bukan lagi perlu mencari ikan, namun pergi menangkap ikan,”paparnya.

Dengan memahami materi yang disampaikan, para nelayan juga bisa memperkirakan bahan bakar minyak yang bisa digunakan untuk menuju wilayah yang terdapat banyak ikannya.

“Dari informasi yang diberikan narasumber seperti mempelajari arus air laut dan gelombang, kemudian bisa diidentifikasi dimana banyak kumpulan ikan,” tambahnya.

Sementara itu Kepala BMKG Stasiun Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Adi Setiadi menambahkan secara garis besar bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para peserta dalam mengakses, membaca, menindaklanjuti dan mendiseminasikan informasi cuaca dalam iklim maritim serta informasi perkiraan lokasi ikan.

“Tentunya dari sumber terpercaya yang memiliki kewenangan mengeluarkan informasi kepada komunitas yang mata pencahariannya berhubungan dengan dunia maritim,” paparnya. (*)

 

Reporter : Peri irawan

Update