Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pig Butchering Modus Penipuan Investasi dan Asmara yang Dimanfaatkan AI

J
Penulis: Juliana Belence❯
Fenomena pig butchering yang menipu dengan melakukan hubungan serius.
Fenomena pig butchering yang menipu dengan melakukan hubungan serius.

batampos - Modus penipuan online yang dikenal sebagai Pig Butchering menjadi ancaman serius di era digital dengan memanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk menipu korban.


Advertisement

Skema ini menggabungkan pendekatan emosional, seperti hubungan asmara palsu, dengan tawaran investasi fiktif yang berujung pada pengurasan dana korban.

Korban akan didorong untuk mengirim uang atau berinvestasi di platform palsu yang dikendalikan penipu.

Istilah pig butchering menggambarkan bagaimana korban diberi makan kepercayaan sebelum akhirnya uang mereka habis diambil oleh pelaku.

Advertisement

"Pig butchering sering dimulai dengan pesan acak di media sosial atau aplikasi kencan. Pelaku coba membangun hubungan emosional yang cepat dan intens agar korban merasa percaya," kata otoritas anti penipuan di Washington State Department of Financial Institutions (DFI), dikutip dari WSDFI, Kamis (29/1).

Dalam laporan tahun 2025 dari perusahaan riset blockchain Chainalysis, pig butchering terbukti menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kerugian dari penipuan kripto dengan pendapat global mencapai miliaran dolar.

Kejahatan ini tumbuh hampir 40% dari tahun ke tahun. Pelaku memanfaatkan teknologi seperti generatif AI untuk memproduksi identitas palsu dan konten yang lebih meyakinkan bagi korban.

Advertisement

Kasus nyata menunjukkan dampak skema ini bisa sangat besar.

Seorang spesialis TI di Amerika Serikat kehilangan tabungan hidupnya sekitar $280.000 setelah berbulan - bulan berkomunikasi dengan orang yang mengaku tertarik secara romantis sebelum memperkenalkan crypto palsu.

Saat ia mencoba menarik investasinya, situs tersebut justru meminta biaya fiktif dan menghilang bersama uangnya.

Modus pig butchering tidak hanya terjadi di satu negara, tetapi berskala global. Biasanya pelaku menggunakan profil palsu dengan foto dan cerita yang tampak menyakinkan.

Hubungan dibangun perlahan selama berminggu atau lebih sebelum membahas uang.

Platform investasi palsu menampilkan keuntungan palsu untuk meyakinkan korban agar menambah dana lebih banyak.

Pig butchering menjadi contoh nyata bagaimana penipuan online dapat memanfaatkan hubungan emosional dan teknologi modern.

Pemahaman yang baik terhadap modus ini adalah kunci untuk menghindari menjadi korban berikutnya.(*)

Advertisement

Artikel Terkait

Militer Thailand Kuasai Kompleks Penipuan Online Seluas 80 Hektare di Perbatasan Kamboja

Militer Thailand Kuasai Kompleks Penipuan Online Seluas 80 Hektare di Perbatasan Kamboja

Militer Thailand mengungkap kompleks penipuan online seluas 80 hektare di perbatasan Kamboja yang diduga menyasar korban dari berbagai negar

Niat Lapor Penipuan, Nenek di Batuaji Malah Dibantu Kabid Propam Polda Kepri

Niat Lapor Penipuan, Nenek di Batuaji Malah Dibantu Kabid Propam Polda Kepri

Seorang nenek menjadi korban dugaan penipuan online mendapat bantuan tak terduga saat melapor ke Polda Kepri. Ia dibantu Kabid Propam

Kasus Dugaan Sindikat Online Scam, 210 WNA Menunggu Dideportasi

Kasus Dugaan Sindikat Online Scam, 210 WNA Menunggu Dideportasi

Sebanyak 210 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang diamankan dalam pengungkapan dugaan sindikat penipuan daring (online scam) di Batam masih m….

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer