
batampos - Mencuci menjadi salah satu aktivitas rumah tangga yang membutuhkan cukup banyak air. Mulai dari merendam, membersihkan noda, hingga membilas pakaian membutuhkan beberapa tahapan yang jika tidak dilakukan secara efisien dapat meningkatkan konsumsi air.
Pemborosan air saat mencuci kerap terjadi tanpa disadari. Salah satunya adalah mencuci pakaian dalam jumlah sedikit tetapi dilakukan berulang kali.
Kebiasaan tersebut membuat mesin cuci menjalankan beberapa siklus pencucian, sementara setiap siklus membutuhkan air dalam jumlah tertentu.
Selain itu, mencampur pakaian dengan tingkat kekotoran berbeda juga dapat membuat proses pencucian kurang efisien. Pakaian dengan noda membandel membutuhkan proses pencucian lebih lama sehingga konsumsi air dan energi dapat meningkat.
Dikutip dari Evewash dan Aqua Elektronik pada Jumat (18/9), terdapat sejumlah kebiasaan mencuci yang dapat membuat penggunaan air di rumah menjadi lebih boros, terutama saat musim kemarau.
1. Tidak Merendam Pakaian
Merendam pakaian sebelum dicuci dapat membantu melonggarkan noda dan kotoran yang menempel pada kain.
Perendaman selama sekitar 15-30 menit dapat membuat kotoran lebih mudah terangkat ketika pakaian dicuci. Dengan begitu, proses pencucian tidak perlu dilakukan terlalu lama atau berulang kali.
2. Mencuci Pakaian Sedikit demi Sedikit
Mencuci pakaian dalam jumlah sedikit secara berulang dapat meningkatkan penggunaan air karena mesin cuci membutuhkan air pada setiap siklus pencucian.



