
batampos – Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat terus meningkat. Namun, perhatian tersebut belum sepenuhnya diikuti perbaikan kondisi kesehatan. Keterbatasan waktu, motivasi, dan dukungan lingkungan menjadi sejumlah kendala dalam mempertahankan kebiasaan sehat secara konsisten.
Temuan tersebut terungkap dalam survei Herbalife Asia Pacific Wellness Culture Survey 2026. Survei itu menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin aktif menjalani berbagai aktivitas kebugaran dan kesehatan.
Director & General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, mengatakan hampir tiga dari empat responden di Indonesia kini menjalani aktivitas wellness yang lebih beragam.
Sebanyak 71 persen responden mengaku lebih sering melakukan aktivitas tersebut dibandingkan tiga tahun sebelumnya.
Meski demikian, peningkatan aktivitas kesehatan belum sepenuhnya berdampak pada kondisi tubuh dan kesejahteraan secara menyeluruh. Hanya tiga dari lima responden yang menyatakan kesehatan fisik, mental, dan emosional mereka lebih baik dibandingkan tiga tahun lalu.
Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kesadaran menjalani gaya hidup sehat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan kata lain, meningkatnya tren wellness di kawasan Asia Pasifik belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kesehatan,” kata Oktrianto, Senin (2/11).
Menurut dia, kondisi tersebut bukan semata-mata disebabkan kurangnya kepedulian masyarakat terhadap kesehatan. Tantangan sebenarnya adalah mempertahankan kebiasaan sehat dalam jangka panjang.
Tanpa dukungan yang tepat, panduan realistis, serta motivasi berkelanjutan, komitmen menjalani gaya hidup sehat berisiko hanya bertahan sementara.
Survei tersebut juga memperlihatkan tingginya perhatian masyarakat terhadap kesehatan holistik. Sebanyak 90 persen responden Indonesia menganggap kesehatan fisik, mental, dan emosional sebagai hal yang sangat penting.



