Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Renault Forefront, Kendaraan Militer Listrik Tanpa Pengemudi

j
Penulis: jpg❯
Renault kembangkan kendaraan militer listrik tanpa pengemudi. (Renault)
Renault kembangkan kendaraan militer listrik tanpa pengemudi. (Renault)

Advertisement

batampos - Renault mulai merambah industri pertahanan dengan mengembangkan kendaraan militer listrik tanpa pengemudi bernama Forefront. Kendaraan ini dirancang untuk menjalankan berbagai misi di medan berbahaya tanpa harus menempatkan personel di dalam kabin.

Proyek tersebut dikembangkan Renault bersama perusahaan spesialis pertahanan asal Belgia, John Cockerill.

Melansir Motor1, Renault Forefront merupakan kendaraan off-road tak berawak yang dapat dikendalikan dari jarak jauh maupun menjalankan fungsi berkendara secara otonom.

Advertisement

Kehadiran kendaraan ini menjadi bagian dari pengembangan teknologi otomotif Renault di luar segmen kendaraan penumpang, khususnya untuk mendukung kebutuhan pertahanan dan operasional di lingkungan berisiko tinggi.

Renault Forefront Mengandalkan Dua Motor Listrik

Dari sisi teknologi, Renault Forefront menggunakan dua motor listrik yang menggerakkan keempat roda melalui sistem penggerak 4WD. Konfigurasi tersebut dirancang untuk membantu kendaraan melintasi berbagai kondisi medan.

Advertisement

Menariknya, kendaraan ini juga dilengkapi sistem kemudi roda belakang. Teknologi tersebut memungkinkan Forefront bermanuver lebih mudah, terutama ketika beroperasi di area sempit atau memiliki akses terbatas.

Renault memperkirakan Forefront mampu menempuh jarak hingga 400 kilometer dalam sekali pengisian daya baterai.

Jarak tempuh tersebut berpotensi ditingkatkan melalui penambahan mesin pembakaran internal yang berfungsi sebagai range extender atau pemanjang jarak tempuh.

Untuk kemampuan angkut, kendaraan militer listrik ini diklaim mampu membawa muatan hingga 1.000 kilogram atau sekitar 1 ton.

Penggunaan tenaga listrik juga menawarkan sejumlah keunggulan. Selain mengurangi emisi, sistem penggeraknya menghasilkan suara lebih rendah sehingga berpotensi mendukung operasi yang membutuhkan tingkat kebisingan minimal.

Advertisement

Artikel Terkait

Beli Kapal Perang dari Italia, Indonesia Perlu Maksimalkan Transfer Teknologi

Beli Kapal Perang dari Italia, Indonesia Perlu Maksimalkan Transfer Teknologi

Pengadaan dua kapal PPA dari Italia senilai €1,18 miliar didorong untuk dimaksimalkan melalui offset dan transfer teknologi.

Amerika Serikat Pimpin Pertemuan Meja Bundar Industri Pertahanan di Jakarta

Amerika Serikat Pimpin Pertemuan Meja Bundar Industri Pertahanan di Jakarta

Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta menyelenggarakanPertemuan Meja Bundar Industri Pertahanan di Jakarta, Jumat (26/6/2026) lalu.

 KAI Dorong PT DI Masuk Rantai Pasok Global KF-21 Boramae

KAI Dorong PT DI Masuk Rantai Pasok Global KF-21 Boramae

KAI berharap PT DI menjadi bagian rantai pasok global KF-21 Boramae dan mendukung produksi pesawat untuk pasar ekspor.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer