
batampos - Renault mulai merambah industri pertahanan dengan mengembangkan kendaraan militer listrik tanpa pengemudi bernama Forefront. Kendaraan ini dirancang untuk menjalankan berbagai misi di medan berbahaya tanpa harus menempatkan personel di dalam kabin.
Proyek tersebut dikembangkan Renault bersama perusahaan spesialis pertahanan asal Belgia, John Cockerill.
Melansir Motor1, Renault Forefront merupakan kendaraan off-road tak berawak yang dapat dikendalikan dari jarak jauh maupun menjalankan fungsi berkendara secara otonom.
Kehadiran kendaraan ini menjadi bagian dari pengembangan teknologi otomotif Renault di luar segmen kendaraan penumpang, khususnya untuk mendukung kebutuhan pertahanan dan operasional di lingkungan berisiko tinggi.
Renault Forefront Mengandalkan Dua Motor Listrik
Dari sisi teknologi, Renault Forefront menggunakan dua motor listrik yang menggerakkan keempat roda melalui sistem penggerak 4WD. Konfigurasi tersebut dirancang untuk membantu kendaraan melintasi berbagai kondisi medan.
Menariknya, kendaraan ini juga dilengkapi sistem kemudi roda belakang. Teknologi tersebut memungkinkan Forefront bermanuver lebih mudah, terutama ketika beroperasi di area sempit atau memiliki akses terbatas.
Renault memperkirakan Forefront mampu menempuh jarak hingga 400 kilometer dalam sekali pengisian daya baterai.
Jarak tempuh tersebut berpotensi ditingkatkan melalui penambahan mesin pembakaran internal yang berfungsi sebagai range extender atau pemanjang jarak tempuh.
Untuk kemampuan angkut, kendaraan militer listrik ini diklaim mampu membawa muatan hingga 1.000 kilogram atau sekitar 1 ton.
Penggunaan tenaga listrik juga menawarkan sejumlah keunggulan. Selain mengurangi emisi, sistem penggeraknya menghasilkan suara lebih rendah sehingga berpotensi mendukung operasi yang membutuhkan tingkat kebisingan minimal.



