Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Cabai dan Bawang di Lingga Meroket, Cabai Rawit Tembus Rp110 Ribu per Kg

V
Penulis: Vatawari BP❯

Pedagang memilah cabai di Pasar Baru Tanjunguban, Minggu (7/12).
Pedagang memilah cabai di Pasar Baru Tanjunguban, Minggu (7/12).

Batampos -  Harga kebutuhan pokok di Kabupaten Lingga terus mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan harga cabai dan bawang membuat masyarakat semakin terbebani, terutama di tengah kondisi ekonomi dan lapangan kerja yang masih sulit.


Advertisement

Berdasarkan pantauan di Pasar Tradisional Dabo Singkep, Jumat (9/1/2026), sejumlah komoditas dapur utama mengalami kenaikan tajam. Cabai dan bawang yang menjadi kebutuhan harian warga kini dijual dengan harga jauh lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya.

Salah seorang pedagang di Pasar Dabo Singkep, Doni, mengatakan kenaikan harga dipicu oleh terganggunya pasokan. Menurutnya, sebagian besar cabai yang dijual di Lingga bukan berasal dari petani lokal, melainkan didatangkan dari luar daerah melalui jalur laut.

“Cabai ada yang dari Padang, Jawa, dan Medan. Kalau dari Batam juga ada, tapi masuknya pakai pompong,” ujar Doni.

Tak hanya cabai, harga bawang merah dan bawang putih juga ikut melonjak. Bawang merah yang sebelumnya dijual dengan harga Rp36 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp50 ribu per kilogram. Sementara bawang putih naik dari Rp28 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram.

Harga cabai merah saat ini berada di kisaran Rp70 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp60 ribu per kilogram. Namun, kenaikan paling tajam terjadi pada cabai rawit yang kini menembus Rp110 ribu per kilogram, dari harga sebelumnya sekitar Rp70 ribu per kilogram.

Advertisement

“Cabai merah sekarang Rp70 ribu per kilo, cabai rawit Rp110 ribu per kilo. Sebelumnya cabai rawit paling tinggi Rp70 ribu,” jelas Doni.

Lonjakan harga tersebut mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Susan, salah seorang warga yang berbelanja di Pasar Dabo Singkep, mengaku pengeluaran rumah tangganya meningkat drastis.

“Biasanya bawa uang Rp150 ribu bisa beli beberapa kebutuhan pokok. Sekarang Rp150 ribu cuma dapat bawang satu kilo dan cabai rawit satu kilo,” ujarnya.

Susan mengatakan, ia biasanya berbelanja kebutuhan dapur untuk stok selama satu minggu, sehingga membeli dalam jumlah kilogram. Namun, dengan harga yang terus naik, ia terpaksa mengurangi jumlah belanjaannya.

Warga dan pedagang berharap pasokan bahan pokok segera kembali lancar agar harga kebutuhan dapur dapat kembali stabil dan meringankan beban masyarakat. (*)

 

Advertisement
Editor : Chahaya Simanjuntak

Artikel Terkait

Kasus DBD di Lingga Capai 221 Kasus, Dinkes Ingatkan Warga Jaga Kebersihan

Kasus DBD di Lingga Capai 221 Kasus, Dinkes Ingatkan Warga Jaga Kebersihan

Kasus DBD di Lingga mencapai 221 kasus hingga September 2026. Dinkes mengingatkan warga menjaga kebersihan dan memberantas sarang nyamuk.

Kabut Asap Karhutla Ganggu Sekolah di Lingga, Siswa Belajar dari Rumah

Kabut Asap Karhutla Ganggu Sekolah di Lingga, Siswa Belajar dari Rumah

Kualitas udara Lingga memburuk akibat kabut asap karhutla. PM2.5 mencapai 105 µg/m³ dan siswa kembali belajar dari rumah untuk sementara.

       BP Batam Buka Opsi Tarik Air dari Lingga

BP Batam Buka Opsi Tarik Air dari Lingga

BP Batam membuka opsi mendatangkan air dari Kabupaten Lingga untuk memenuhi kebutuhan air Batam yang terus meningkat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer