Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kebakaran Beruntun di Lingga, Warga Desak APH Usut Penyebabnya

V
Penulis: Vatawari BP❯
Kebakaran lahan perkebunan milik warga yang hangus terbakar seluat 15 Hektar di wilayah Singkep Barat beberapa waktu lalu. F. Ikmal untuk Batam Pos
Kebakaran lahan perkebunan milik warga yang hangus terbakar seluat 15 Hektar di wilayah Singkep Barat beberapa waktu lalu. F. Ikmal untuk Batam Pos

batampos – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang kali terjadi di Kabupaten Lingga memunculkan tanda tanya besar. Dalam dua pekan terakhir, lebih dari 10 kejadian kebakaran tercatat, namun hingga kini penyebab pastinya belum terungkap. Kondisi ini menuai sorotan masyarakat yang meminta aparat penegak hukum (APH) segera melakukan penyelidikan.


Advertisement

Cuaca kering disertai angin kencang selama lebih dari sebulan terakhir memang mempercepat penyebaran api. Namun warga menilai, kebakaran tidak mungkin terjadi tanpa adanya pemicu awal, baik akibat kelalaian maupun unsur kesengajaan.

“Ada api pasti ada penyebabnya. Tidak mungkin muncul sendiri. Kalau tidak dicari sumbernya dan ditindak tegas, kejadian ini akan terus terulang,” kata Mohammad, warga Lingga, Selasa (10/2).

Sejumlah titik kebakaran bahkan dilaporkan merembet hingga ke permukiman warga dan menyebabkan rumah ikut terbakar. Di sisi lain, proses pemadaman juga terkendala keterbatasan sarana dan prasarana pemadam kebakaran.

Advertisement

Armada pemadam kebakaran milik Damkar Lingga dinilai minim dan sebagian sudah berusia tua. Pada kejadian kebakaran di Desa Tanjung Irat, misalnya, petugas tidak dapat segera menjangkau lokasi karena keterbatasan mobil pemadam.

“Mobil Damkar terbatas dan kondisinya banyak yang sudah tidak layak. Ini sangat menghambat penanganan di lapangan,” ujarnya.

Saat ini, armada Damkar unit Daik Lingga masih menjalani perbaikan dan diperkirakan baru bisa kembali beroperasi pada Maret 2026. Selama itu, petugas mengandalkan mobil tangki air milik BPBD.

Advertisement

“Kalau kebakaran terjadi bersamaan di dua lokasi berbeda, tentu sangat sulit ditangani,” tambah Mohammad.

Melihat kondisi tersebut, warga berharap APH segera menelusuri penyebab kebakaran dan menindak tegas pihak yang terbukti melakukan pembakaran, baik secara sengaja maupun karena kelalaian.

“Kalau memang ada unsur kesengajaan atau kelalaian, harus diproses hukum. Pencegahan jauh lebih penting daripada terus memadamkan api,” pungkasnya. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

    Asap Karhutla Kembali Terdeteksi di Kepri, PM2.5 Batam Capai 40,1

Asap Karhutla Kembali Terdeteksi di Kepri, PM2.5 Batam Capai 40,1

Sebaran asap karhutla kembali terdeteksi di sejumlah wilayah Kepri. BMKG mencatat konsentrasi PM2.5 Batam mencapai 40,1 µg/m³

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer