Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lapak Takjil di Dabo Singkep Diserbu Warga, Non-Muslim Ikut Berburu

V
Penulis: Vatawari BP❯

 

ILUSTRASI Taktil. F Arsip Batam Pos
ILUSTRASI Taktil. F Arsip Batam Pos

Batampos – Memasuki hari kedua Ramadan 1447 Hijriah tahun 2026, suasana sore di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, tampak lebih semarak. Sejumlah lapak penjual takjil yang tersebar di beberapa titik ramai didatangi warga yang berburu menu berbuka puasa.


Advertisement

Pantauan di lapangan, keramaian terlihat sejak pukul 14.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka. Masyarakat silih berganti mendatangi lapak-lapak yang menjajakan aneka makanan dan minuman khas ramadan. Salah satu titik yang paling ramai berada di depan Gedung Nasional Dabo Singkep.

Menariknya, pembeli takjil bukan hanya warga Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Warga non-Muslim juga turut meramaikan suasana dengan ikut berburu aneka kuliner sore tersebut.

Sinar, salah seorang pemilik lapak takjil, mengaku bersyukur karena jumlah pembeli meningkat pada hari kedua ramadan.

“Alhamdulillah hari ini cukup ramai yang datang ke tempat saya. Kalau puasa hari pertama tidak ramai karena cuaca hujan dari siang hingga malam,” ujar Sinar, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, cuaca yang cerah menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah pembeli. Sejak siang hingga sore hari, pembeli datang silih berganti untuk membeli kolak, gorengan, es buah, hingga aneka kue basah.

Advertisement

Sementara itu, Rizki, warga Dabo Singkep, mengatakan berburu takjil atau yang kerap disebut “war takjil” sudah menjadi tradisi tahunan setiap ramadan. Selain menjalankan salat tarawih dan tadarus Al-Qur’an, momen berburu takjil menjadi kegiatan yang paling dinanti.

“Setiap bulan Ramadan kami pasti melakukan war takjil bersama teman-teman. Ada kesan tersendiri setiap sore menjelang berbuka,” ujarnya.

Suasana ramadan di Dabo Singkep tak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga mempererat kebersamaan dan menjaga kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Lingga. Tradisi berburu takjil setiap sore menjadi simbol harmonisasi dan semangat berbagi di tengah masyarakat. (*)

 

 

Advertisement
Editor : Chahaya Simanjuntak

Artikel Terkait

Kasus DBD di Lingga Capai 221 Kasus, Dinkes Ingatkan Warga Jaga Kebersihan

Kasus DBD di Lingga Capai 221 Kasus, Dinkes Ingatkan Warga Jaga Kebersihan

Kasus DBD di Lingga mencapai 221 kasus hingga September 2026. Dinkes mengingatkan warga menjaga kebersihan dan memberantas sarang nyamuk.

Kabut Asap Karhutla Ganggu Sekolah di Lingga, Siswa Belajar dari Rumah

Kabut Asap Karhutla Ganggu Sekolah di Lingga, Siswa Belajar dari Rumah

Kualitas udara Lingga memburuk akibat kabut asap karhutla. PM2.5 mencapai 105 µg/m³ dan siswa kembali belajar dari rumah untuk sementara.

       BP Batam Buka Opsi Tarik Air dari Lingga

BP Batam Buka Opsi Tarik Air dari Lingga

BP Batam membuka opsi mendatangkan air dari Kabupaten Lingga untuk memenuhi kebutuhan air Batam yang terus meningkat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer