Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gerbang Lampu Colok Bandara Dabo Singkep Menjadi Sorotan Warga 

V
Penulis: Vatawari BP❯

Pemandangan gerbang lampu colok Bandara Dabo Singkep yang mendadak jadi icon berfoto dan mengambil video bagi masyarakat Dabo Singkep, Senin malam (16/3). F. Vatawari/BATAM POS
Pemandangan gerbang lampu colok Bandara Dabo Singkep yang mendadak jadi icon berfoto dan mengambil video bagi masyarakat Dabo Singkep, Senin malam (16/3). F. Vatawari/BATAM POS


Advertisement

Batampos – Tradisi Malam tujuh Likur kembali menghidupkan suasana malam wilayah Dabo Singkep, Kabupaten Lingga. Cahaya lampu colok menerangi jalan-jalan dan halaman rumah warga. Keindahan gerbang lampu colok manjadikan malam Ramadan terasa lebih hangat dan meriah.

Tradisi yang sudah turun-temurun ini memang selalu ditunggu masyarakat setiap Ramadan. Cahaya pelita yang berjejer rapi seolah mengubah jalanan kampung menjadi lorong cahaya yang memanjakan mata.

Namun pada Ramadan 1447 Hijriah kali ini, suasana di sekitar Bandara Dabo Singkep terlihat sedikit berbeda. Pihak bandara membangun gerbang lampu colok yang cukup panjang dan meriah sehingga langsung menarik perhatian warga yang melintas.

Advertisement

Warga pun tampak antusias menyaksikan keindahan gerbang tersebut. Beberapa bahkan sengaja berhenti untuk berfoto dan mengambil video, sementara yang lain sekadar berdiri menikmati suasana malam yang terasa lebih hidup.

Tidak hanya masyarakat biasa, terlihat Wakil Bupati Lingga Novrizal, Kajari Lingga Rully Afandi, Kapolres Lingga Pahala Martua Nababan, serta Camat Singkep Agustiar juga hadir di lokasi gerbang lampu colok tersebut untuk menikmati keindahannya.

Kehadiran para pejabat itu membuat suasana semakin ramai, meski warga tetap lebih fokus pada cahaya pelita yang berkelip indah.

Advertisement

Ilwa, salah satu warga Dabo Singkep yang berada di lokasi mengatakan sangat kagum dengan perpaduan tradisi dan karya seni yang ditampilkan pada gerbang lampu colok milik bandara Dabo Singkep.

"Ini membuktikan bahwa tradisi ini masih terus terjaga dan dapat beriringan dengan perkembangan zaman. Perpaduan antar tradisi lampu colok dan karya seni 3 dimensi menghasilkan pemandangan yang sangat indah," ujar Ilawa, Senin, (16/3/2026).

Hal senada juga disampaikan oleh Resya. Ia mengungkapkan di wilayah Dabo memang banyak dibangun gerbang lampu colok. Tetapi, saat melintasi di gerbang lampu colok dirinya langsung kagum dengan keindahannya.

"Keindahan pemandangan masjid yang tergambar dari gerbang lampu colok tersebut seperti tampak nyata. Tidak hanya saya, sangat ramai masyarakat yang sengaja datang untuk sekedar melihat atau bahkan mengabaikan keindahan tersebut dengan mengambil foto dan video," ungkapnya.

Kepala Bandara Dabo Singkep Indra Rohman mengatakan gerbang lampu pelita di buat untuk ikut meramaikan tradisi Malam 7 Likur. Ia menilai tradisi tersebut merupakan bagian penting dari budaya masyarakat di Dabo Singkep.

“Kami di Bandara Dabo Singkep ingin ikut memeriahkan Malam 7 Likur. Jadi kami buat gerbang lampu colok agar masyarakat bisa menikmati suasananya,” kata Indra.

Ia juga mengaku senang melihat antusiasme masyarakat yang datang menyaksikan gerbang lampu tersebut. Bahkan menurutnya, beberapa warga terlihat begitu kagum hingga lupa waktu saat menikmati cahaya pelita yang berjejer.

“Melihat warga ramai datang dan menikmati gerbang ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami. Yang penting semua bisa menikmati tradisi ini dengan aman, tertib, dan kalau bisa jangan lupa juga pulang sebelum sahur,” pungkasnya. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Kasus DBD di Lingga Capai 221 Kasus, Dinkes Ingatkan Warga Jaga Kebersihan

Kasus DBD di Lingga Capai 221 Kasus, Dinkes Ingatkan Warga Jaga Kebersihan

Kasus DBD di Lingga mencapai 221 kasus hingga September 2026. Dinkes mengingatkan warga menjaga kebersihan dan memberantas sarang nyamuk.

Kabut Asap Karhutla Ganggu Sekolah di Lingga, Siswa Belajar dari Rumah

Kabut Asap Karhutla Ganggu Sekolah di Lingga, Siswa Belajar dari Rumah

Kualitas udara Lingga memburuk akibat kabut asap karhutla. PM2.5 mencapai 105 µg/m³ dan siswa kembali belajar dari rumah untuk sementara.

       BP Batam Buka Opsi Tarik Air dari Lingga

BP Batam Buka Opsi Tarik Air dari Lingga

BP Batam membuka opsi mendatangkan air dari Kabupaten Lingga untuk memenuhi kebutuhan air Batam yang terus meningkat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer