
batampos – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar latihan terintegrasi trimatra di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan operasi gabungan sekaligus menguji interoperabilitas personel dan alat utama sistem senjata (alutsista) dari tiga matra.
Latihan tersebut melibatkan unsur TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara dengan fokus pada kemampuan operasi terpadu antarmatra dalam menghadapi berbagai skenario operasi militer.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas mengatakan latihan ini bertujuan memastikan seluruh kekuatan TNI mampu bekerja secara terintegrasi, baik dari sisi personel, sistem komando, maupun penggunaan alutsista.
"Latihan ini merupakan latihan terintegrasi trimatra TNI. Kami ingin menunjukkan bahwa TNI siap dengan personel dan alutsista yang telah diberikan kepada kami. Yang ingin ditunjukkan adalah interoperabilitas dari tiga matra," kata Muhammad Nas di Lingga, Selasa.
Ia menjelaskan, latihan tersebut juga menjadi sarana menguji kesiapan satuan dalam melaksanakan operasi gabungan secara efektif di bawah sistem komando dan pengendalian Panglima TNI.
Menurutnya, seluruh rangkaian latihan dirancang agar Panglima TNI dapat menjalankan fungsi komando dan pengendalian operasi secara optimal hingga ke satuan paling bawah.
Salah satu materi utama dalam latihan adalah infiltrasi udara melalui penerjunan Kelompok Depan Operasi Lintas Udara (KDOL) di sekitar Drop Zone (DZ) Bandara Dabo Singkep.
KDOL yang terdiri atas 13 personel Detasemen Matra 2 Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) serta 12 personel Batalyon Infanteri (Yonif) 328 diterjunkan untuk mengamankan daerah sasaran sebelum pasukan utama memasuki wilayah operasi.
Tim tersebut bertugas menandai lokasi pendaratan, melakukan pengamatan medan, serta mengirimkan informasi mengenai kondisi wilayah dan potensi ancaman sebagai bagian dari tahapan operasi gabungan.
Dalam pelaksanaannya, latihan mengintegrasikan kemampuan pesawat angkut CN-235 milik Skadron Udara 27 Biak, Korpasgat, dan Yonif 328 sebagai bagian dari pengujian interoperabilitas antarmatra.



