Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Menunggu Juknis BGN untuk Beroperasi, 10 Dapur SPPG di Lingga Siap Dibangun

Vatawari BP • Jumat, 16 Januari 2026 | 18:00 WIB

 

WAKIL Bupati Lingga, Novrizal sekaligus ketua Tim Satgas MBG Kabupaten Lingga. F. Istimewa
WAKIL Bupati Lingga, Novrizal sekaligus ketua Tim Satgas MBG Kabupaten Lingga. F. Istimewa

Batampos - Kabupaten Lingga memperoleh 41 titik Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk wilayah daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui Surat Keputusan (SK) penetapan wilayah dari Badan Gizi Nasional (BGN). Dari jumlah tersebut, 10 dapur SPPG dinyatakan telah 100 persen siap secara fisik pembangunan.

Meski demikian, operasional 10 dapur SPPG tersebut masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari BGN sebelum dapat mulai melayani masyarakat.

Wakil Bupati Lingga sekaligus Ketua Tim Satgas Percepatan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Lingga, Novrizal, mengatakan hingga Januari 2026 baru 10 dari 41 titik dapur SPPG yang telah siap sepenuhnya dari sisi pembangunan.

“Untuk dapur 3T, saat ini masih dalam proses pembangunan. Namun, sudah ada sekitar 10 dapur yang siap 100 persen hingga hari ini dari total 41 titik yang ditetapkan BGN,” ujar Novrizal, Jumat (16/1/2026).

Baca Juga: Menag Nasaruddin Kunjungi Kanwil Kemenag Kepri, Ingatkan ASN Harus Naik Kelas Jadi Mukhlas

Novrizal menjelaskan, meskipun telah siap secara fisik, dapur-dapur tersebut belum bisa langsung beroperasi karena masih menunggu juknis sebagai acuan teknis pelaksanaan dari BGN.

“Kita masih menunggu juknis dari BGN untuk mengoperasikan 10 dapur SPPG yang sudah siap ini,” jelasnya.

Ia mengakui, pembangunan dapur SPPG di wilayah 3T menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait akses pengiriman material bangunan. Jarak tempuh yang jauh serta biaya transportasi yang tinggi menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembangunan.

“Kendala utama adalah akses pengiriman barang material karena jarak yang cukup jauh dan biaya transportasi yang tinggi,” katanya.

Baca Juga: Program MBG Bantu Peternak Ayam Petelur di Bintan, Produksi Telur Lokal Terserap Pasar

Novrizal menambahkan, seluruh dapur SPPG yang nantinya beroperasi di wilayah 3T diwajibkan untuk mengoptimalkan potensi lokal, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang tersedia di daerah setempat.

Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Tim Satgas MBG akan terus memantau dan mendorong percepatan penyelesaian pembangunan dapur SPPG agar program Makan Bergizi Gratis dapat segera dirasakan manfaatnya oleh siswa dan masyarakat di wilayah 3T.

“Kami akan terus memantau progres pembangunan dapur SPPG ini agar segera selesai, sehingga masyarakat dan siswa di daerah 3T bisa segera menikmati manfaat dari program MBG,” tutup Novrizal. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#lingga #Mbg #Program MBG Lingga