batampos – Warga Desa Sedamai, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, bergotong royong memasang karung berisi pasir di sepanjang bibir pantai, Kamis (12/2). Langkah darurat ini dilakukan untuk menahan gelombang laut yang mulai mengikis badan jalan akibat abrasi.
Angin kencang dan gelombang tinggi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan tanah penahan jalan di tepi pantai terkikis. Dampaknya, mulai muncul lubang di sisi jalan aspal yang posisinya tidak jauh dari garis pantai.
Jika dibiarkan, warga khawatir jalan utama desa tersebut bisa terputus dan mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk akses menuju Pelabuhan Penyeberangan Jagoh.
Kepala Desa Sedamai, Encek Syarif, mengatakan pemasangan karung pasir dilakukan bersama masyarakat dengan dukungan aparat desa serta TNI-Polri sebagai langkah awal mitigasi.
“Upaya ini kita lakukan untuk menahan ombak agar tidak langsung menghantam bibir pantai. Saat ini sudah ada bagian jalan yang berlubang karena tanah penahannya terkikis,” ujar Encek saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, pemerintah desa sebelumnya juga telah memasang rambu peringatan agar pengendara lebih berhati-hati saat melintas di lokasi terdampak abrasi.
“Kami sudah memasang tanda peringatan supaya masyarakat waspada ketika melintas di jalan tersebut,” tambahnya.
Menurut Encek, pemasangan karung pasir hanya bersifat sementara sembari menunggu realisasi pembangunan dam atau penahan ombak permanen yang selama ini rutin diusulkan setiap tahun.
“Setidaknya kita sudah berusaha agar kondisi tidak semakin parah. Harapannya, pembangunan dam tahun ini bisa terealisasi,” ungkapnya. (*)
Editor : Jamil Qasim