Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Ketupat Identik dengan Idulfitri di Indonesia, Ini Makna dan Proses Pembuatannya

Ihsan Imaduddin • Rabu, 18 Maret 2026 | 22:00 WIB

Sabran (82) sedang membersihkan daun kelapa sebelum dimulai tahap menganyam ketupat. F Ihsan Imaduddin/Batam Pos
Sabran (82) sedang membersihkan daun kelapa sebelum dimulai tahap menganyam ketupat. F Ihsan Imaduddin/Batam Pos

Batampos – Ketupat merupakan hidangan khas yang wajib ada saat perayaan Idulfitri di Indonesia. Di balik hidangan yang selalu tersaji itu, ternyata memiliki makna filosofis yang mendalam bagi warga Muslim yang merayakan, termasuk di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Ketupat kerap dimaknai sebagai simbol kesucian dan saling memaafkan setelah menjalani ibadah puasa Ramadan. Anyaman yang rumit melambangkan kesalahan manusia, sementara nasi putih di dalamnya mencerminkan hati yang kembali bersih.

"Ketupat itu bukan cuma makanan. Saat kita memakannya, artinya kita sudah kembali suci dan sudah saling memaafkan,” ujar Sabran,82, warga Desa Tarempa Barat ketika ditemui Rabu (18/3/2026).

Selain itu, bentuk segi empat pada ketupat juga diartikan sebagai keseimbangan hidup, baik hubungan dengan Tuhan maupun sesama manusia.

Baca Juga: Sabram Anyam Ketupat, Warisan Indonesia Turun-Temurun yang Masih Dijalankan Saat Idulfitri

Dalam proses pembuatannya, ketupat dimulai dari pemilihan daun kelapa muda yang lentur. Daun kemudian diluruskan agar mudah dianyam.

Tahap selanjutnya adalah proses menganyam. Dua helai daun disilangkan, dilipat, dan disusun hingga membentuk kantong berbentuk segi empat. " Awalnya memang sulit, tapi kalau sudah biasa, tangan seperti jalan sendiri," kata Sabran.

Setelah anyaman selesai, ketupat diisi beras dengan takaran yang pas agar tidak terlalu padat. Hal ini penting karena beras akan mengembang saat dimasak. "Kalau terlalu penuh, nanti tidak matang sempurna," jelasnya.

Ketupat kemudian direbus selama beberapa jam hingga nasi di dalamnya matang dan padat. Proses ini membutuhkan kesabaran serta pengawasan agar air tetap cukup dan matang merata.

Menurut Sabran, seluruh tahapan tersebut bukan hanya soal memasak, tetapi juga bagian dari tradisi kebersamaan.

Baca Juga: Wings Air Sering Batalkan Penerbangan Secara Mendadak, Warga Anambas Dirugikan

"Dulu hampir semua rumah buat ketupat sendiri, ramai-ramai. Ada canda dan kebersamaan," kenangnya.

Ia menilai, tradisi tersebut penting terus dijaga karena mengandung nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan keikhlasan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Tak hanya sekedar menikmati ketupat, tapi kita perlu tahu makna dalam proses pembuatannya dan saat menikmatinya. SELAMAT MENYAMBUT IDUL FITRI! (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Anyam Ketupat #Makna Filosofis Ketupat #ketupat #idulfitri