Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cegah Bunuh Diri, Ketahanan Keluarga Jadi Kunci Penting

A
Penulis: Antara❯
Deputi Strategi Kebijakan Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana Kemendukbangga/BKKBN Ukik Kusuma Kurniawan. F.Kemendukbangga/BKKBN via Antara
Deputi Strategi Kebijakan Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana Kemendukbangga/BKKBN Ukik Kusuma Kurniawan. F.Kemendukbangga/BKKBN via Antara

Advertisement

Batampos - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN mengemukakan, ketahanan keluarga menjadi salah satu kunci mencegah keinginan mengakhiri hidup atau bunuh diri bagi anak dan remaja.

Deputi Strategi Kebijakan Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana Kemendukbangga Ukik Kusuma Kurniawa mengemukakan, keinginan mengakhiri hidup bukan sekadar persoalan individu, melainkan masalah kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh interaksi berbagai faktor, mulai dari kondisi psikologis anak, lingkungan keluarga, sekolah, hingga lingkungan sosial.

Advertisement

"Kajian ini merekomendasikan penguatan ketahanan keluarga sebagai benteng utama pencegahan keinginan untuk mengakhiri hidup, penguatan layanan konseling di sekolah, peningkatan kapasitas guru dan tenaga kesehatan, sistem rujukan yang lebih terintegrasi, serta kolaborasi lintas sektor agar setiap anak memperoleh dukungan sejak muncul tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental," katanya.

Ukik mengemukakan, dinamika sosial yang berkembang saat ini menghadirkan tantangan yang semakin kompleks. Persoalan kesehatan mental anak dan remaja, meningkatnya konflik keluarga, perceraian, perubahan pola pengasuhan akibat digitalisasi, hingga perlindungan kelompok rentan tidak lagi dapat diselesaikan melalui pendekatan sektoral.

Advertisement

"Seluruh kebijakan harus dibangun secara komprehensif, preventif, dan berbasis siklus kehidupan keluarga. Tantangan terbesar kita adalah bagaimana mengubah berbagai sudut pandang (insight) menjadi suatu kebijakan yang terukur, implementatif, dan berdampak nyata bagi kehidupan keluarga Indonesia," ujar dia.

Hasil-hasil kajian yang dilakukan lintas sektor, sambung Ukik, diharapkan menjadi pijakan dalam menyusun kebijakan yang mampu memperkuat ketahanan keluarga Indonesia. Apalagi, Indonesia tengah berada pada momentum penting untuk memanfaatkan bonus demografi yang hanya akan menjadi keuntungan apabila pembangunan keluarga mampu menghasilkan generasi yang sehat, berkarakter, produktif, dan berdaya saing.

Berdasarkan kajian dari peneliti di Kemendukbangga/BKKBN, Teguh Santoso dan Indira Adithyanti, menunjukkan bahwa keinginan mengakhiri hidup bukanlah peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba. Sebelum memasuki fase krisis, anak umumnya mengalami akumulasi tekanan hidup, stres berkepanjangan, gangguan mental, hingga munculnya ide untuk mengakhiri hidup. Oleh karena itu, deteksi dini dan intervensi keluarga menjadi langkah paling penting dalam pencegahan.

Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan persentase siswa yang mencoba mengakhiri hidup meningkat tajam dari 3,9 persen (2015) menjadi 10,7 persen (2023) dengan rentang usia 11–17 tahun adalah kelompok paling rentan. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan keluarga tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga kesehatan mental generasi muda. (*)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Polisi Bergerak Tengah Malam, Gagalkan Dugaan Aksi Bunuh Diri Pasangan Muda di Sagulung

Polisi Bergerak Tengah Malam, Gagalkan Dugaan Aksi Bunuh Diri Pasangan Muda di Sagulung

Polisi Sagulung bergerak cepat menindaklanjuti laporan dugaan pasangan kekasih hendak bunuh diri dengan senjata tajam di Ruko Alibaba Batam.

Gandeng BKKBN dan BAZNAS, OJK Kepri Latih Pelaku UMKM dan Lansia Kelola Keuangan Keluarga

Gandeng BKKBN dan BAZNAS, OJK Kepri Latih Pelaku UMKM dan Lansia Kelola Keuangan Keluarga

OJK Kepri bekerja sama dengan BKKBN dan BAZNAS melatih lansia serta pelaku UMKM mengelola keuangan keluarga dan meningkatkan ketahanan ekonomi.

Kasus Bunuh Diri Berulang di Batam, Pakar Dorong Penguatan Deteksi Dini

Kasus Bunuh Diri Berulang di Batam, Pakar Dorong Penguatan Deteksi Dini

Kasus bunuh diri dan dugaan percobaan bunuh diri kembali menjadi perhatian di Batam. Pakar menilai persoalan dipengaruhi banyak faktor

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer