
batampos – Mantan Menteri Perdagangan periode 2011–2014, Gita Wirjawan, menilai kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam (SDA) Indonesia.
Menurut Gita, Indonesia memiliki SDA yang melimpah. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya menghasilkan nilai ekonomi yang sebanding. Karena itu, penguatan kualitas SDM dan penerapan sistem berbasis meritokrasi menjadi hal penting agar amanat Pasal 33 UUD 1945 dapat diwujudkan secara lebih optimal.
"Saya berkeyakinan kalau kita bisa merekrut berdasarkan meritokrasi, tidak ada alasan SDA bisa menghasilkan minimum 20 persen dari ekonomi kita," kata Gita di Jakarta, Selasa.
Pernyataan tersebut disampaikan Gita dalam diskusi kebangsaan bertajuk Prospek Implementasi Pasal 33 UUD 1945 yang digelar Universitas Paramadina bersama Paramadina Public Policy Institute (PPPI), School of Government and Public Policy (SGPP) Indonesia, dan Endgame.
Kontribusi SDA dinilai belum maksimal
Gita mengatakan, kekayaan SDA Indonesia saat ini baru memberikan kontribusi sekitar Rp180 triliun atau setara 10 miliar dolar AS terhadap pendapatan negara.
Menurut dia, angka tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan dengan besarnya perekonomian Indonesia.
Ia menyebut produk domestik bruto (PDB) Indonesia berada di kisaran 1,5 triliun dolar AS. Dengan demikian, kontribusi yang berasal dari SDA dinilai masih jauh dari potensi yang seharusnya dapat dihasilkan.
Bagi Gita, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan SDA, tetapi juga kemampuan manusia dalam mengelola dan memberikan nilai tambah terhadap sumber daya tersebut.
Karena itu, investasi pada SDM menjadi salah satu langkah strategis yang perlu diperkuat.
"Kalau stok talentanya semakin banyak dan semakin berkualitas, jadi siapapun yang direkrut akan dapat memberikan dampak," ujarnya.



