Cuaca Ekstrem Jadi Kendala, Basarnas Pertimbangkan Tarik Bangkai Virgo Transport 8

batampos – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyiapkan sejumlah skenario alternatif untuk mencari korban KMP Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah melakukan salvage, termasuk membalikkan posisi bangkai kapal atau menariknya untuk membuka akses pencarian korban.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan, pencarian bawah laut menjadi salah satu fokus utama operasi SAR hari ketiga. Namun, kondisi cuaca buruk membuat tiga tim penyelam beserta peralatan bawah laut yang telah disiapkan belum dapat diturunkan.
"Operasi hanya mungkin dilaksanakan atas dasar jaminan aman karena memang di situlah teori safety," kata Syafii di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (15/9) malam.
Meski demikian, pencarian melalui unsur udara dan laut di permukaan tetap dilakukan. Operasi bawah laut akan dilanjutkan apabila kondisi gelombang, arus, dan faktor keselamatan lainnya memungkinkan.
Basarnas juga mendapat dukungan KRI Canopus yang memiliki kemampuan pengamatan bawah laut menggunakan remotely operated vehicle (ROV) dan multibeam echosounder.
Namun, perangkat tersebut belum dapat dioperasikan secara maksimal karena kondisi cuaca di sekitar lokasi bangkai kapal dinilai sangat berbahaya.
Syafii menjelaskan, kemampuan penyelam dan peralatan yang tersedia sebenarnya dapat mendukung operasi hingga kedalaman lebih dari 150 meter. Kendalanya adalah gelombang, kecepatan arus permukaan maupun bawah laut, serta jarak pandang yang terbatas.
Opsi Balik atau Tarik Bangkai Kapal
Jika operasi bawah laut terus terkendala, Basarnas akan melibatkan pihak yang memiliki kemampuan melakukan tindakan terhadap bangkai kapal.
Opsi tersebut mencakup proses salvage, membalikkan posisi kapal hingga menarik bangkai kapal untuk membuka akses pencarian korban.



