Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kabut Asap Karhutla Berbahaya bagi Anak, Simak Langkah Pencegahannya

J
Penulis: JawaPos❯
Kabut asap dampak karhutla menyelimuti sekolah dasar di Kabupaten Kotawaringin timur, Kalimantan Tengah.(jawapos)
Kabut asap dampak karhutla menyelimuti sekolah dasar di Kabupaten Kotawaringin timur, Kalimantan Tengah.(jawapos)

Advertisement

batampos – Anak-anak lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan orang dewasa. Karena itu, orang tua perlu melakukan berbagai langkah pencegahan untuk mengurangi risiko paparan asap dan polusi udara terhadap anak.

Dokter dari Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Vivi Sofia, Sp.A(K), menjelaskan bahwa karakteristik sistem pernapasan anak membuat mereka lebih rentan terhadap paparan polusi udara.

Menurut Vivi, frekuensi napas anak cenderung lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Pada bayi, frekuensi napas dapat mencapai 60 kali per menit, sedangkan pada anak usia 2 bulan hingga 1 tahun mencapai 50 kali per menit dan anak usia 1–5 tahun hingga 40 kali per menit.

Advertisement

“Jadi kita lihat ini akan lebih sering dia bernapas dan sistem imunnya masih berkembang sehingga pernapasan ini akan lebih banyak yang terhirup ke dalam saluran pernapasan,” jelasnya kepada wartawan, Senin (19/10).

Risiko gangguan kesehatan yang lebih berat juga perlu diwaspadai pada anak dengan kondisi medis tertentu. Anak dengan penyakit jantung bawaan, gangguan paru-paru, maupun penyakit kronis lainnya membutuhkan perhatian lebih saat kualitas udara memburuk akibat karhutla.

Vivi menjelaskan, paparan polutan dapat menimbulkan dampak lebih berbahaya bagi kelompok anak tersebut. Karena itu, orang tua perlu mengambil langkah perlindungan sejak kualitas udara mulai memburuk.

Advertisement

Pantau Kualitas Udara dan Siapkan Ruang Bersih

Langkah pertama yang disarankan adalah memantau kualitas udara di lingkungan tempat tinggal secara rutin. Orang tua dapat memeriksa Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) atau Air Quality Index (AQI) melalui sumber informasi tepercaya untuk mengetahui tingkat pencemaran udara.

Keluarga juga disarankan menyiapkan setidaknya satu ruang bersih di dalam rumah untuk mengurangi paparan asap. Saat kabut asap menyelimuti lingkungan, pintu dan jendela sebaiknya ditutup agar asap dari luar tidak mudah masuk.

Jika tersedia, orang tua dapat menggunakan alat pembersih udara portabel atau air purifier. Penggunaan pendingin ruangan (AC) juga perlu diperhatikan agar tidak memasukkan udara dari luar. Vivi menyarankan pengaturan AC menggunakan mode sirkulasi ulang atau air recirculation.

Advertisement

Artikel Terkait

Era Digital, Madrasah Diminta Perkuat Komunikasi dan Pengawasan Anak

Era Digital, Madrasah Diminta Perkuat Komunikasi dan Pengawasan Anak

Teknologi digital dinilai mampu memperkuat transparansi madrasah, mempermudah komunikasi dengan orang tua, serta meningkatkan kolaborasi dal

Influenza A Meningkat, Anak Berisiko Alami Komplikasi Berat

Influenza A Meningkat, Anak Berisiko Alami Komplikasi Berat

Kasus Influenza A meningkat di Indonesia. IDAI mengingatkan anak berisiko mengalami komplikasi berat dan merekomendasikan vaksinasi influenz

Amsakar Serukan Batam Bebas Perundungan Saat Peringatan Hari Anak Nasional

Amsakar Serukan Batam Bebas Perundungan Saat Peringatan Hari Anak Nasional

Lebih dari seribu anak memadati Alun-Alun Engku Putri, Batam, Sabtu (8/8). Mereka hadir dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer