
batampos - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu terus dievaluasi dan ditingkatkan kualitasnya. Salah satu opsi yang dinilai layak dipertimbangkan adalah penerapan skema prasmanan di sekolah.
Analis politik Digdaya Indonesia, Fadhil Abdurrahim, menilai skema tersebut berpotensi meningkatkan kualitas layanan MBG sekaligus memperkuat pendidikan karakter dan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekolah.
Menurut Fadhil, setelah berjalan hampir dua tahun, MBG tidak semestinya hanya dipandang sebagai program pemenuhan kebutuhan gizi anak. Program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu juga dapat menjadi investasi sosial untuk membangun kebiasaan hidup sehat, kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan sejak dini.
“Program MBG memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar distribusi makanan. Jika dikelola dengan tepat, ruang makan sekolah dapat menjadi tempat anak-anak belajar berbagi, mengantre, menjaga kebersihan, dan menghargai makanan,” kata Fadhil, Selasa (20/10).
Skema Prasmanan MBG Dinilai Bisa Kurangi Sisa Makanan
Fadhil menjelaskan, skema prasmanan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengambil makanan sesuai kebutuhan. Dengan pendekatan tersebut, jumlah makanan yang terbuang berpotensi ditekan.
Ia merujuk pada naskah berjudul MBG Prasmanan: Republik di Balik Piring Seng karya pengamat kebijakan publik Rais Kaharuddin. Dalam naskah tersebut, sisa makanan disebut turun dari rata-rata 14,2 persen pada model kotak menjadi 3,7 persen pada model prasmanan.
Meski demikian, angka tersebut perlu dilihat sesuai konteks penerapan dan metode pengukurannya. Evaluasi di lapangan tetap diperlukan untuk memastikan apakah hasil serupa dapat dicapai di berbagai sekolah.
“Efisiensi program pemerintah tidak cukup dihitung dari besarnya anggaran yang terserap atau jumlah porsi yang dibagikan. Kita juga perlu mengukur berapa banyak makanan yang benar-benar dikonsumsi, berapa banyak limbah yang dihasilkan, dan seberapa baik kualitas layanan yang diterima siswa,” jelasnya.
Selain berpotensi mengurangi sisa makanan, sistem prasmanan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi siswa. Mereka bisa dibiasakan mengambil makanan secukupnya, mengantre dengan tertib, menjaga kebersihan, dan menghormati makanan yang tersedia.


