ITS Gandeng BTI Defence dan Iridium, Hovercraft Jadi Fokus Kerja Sama Teknologi Maritim

batampos – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperluas kerja sama internasional di bidang kemaritiman dan teknologi pertahanan dengan melanjutkan kolaborasi bersama BTI Defence. Salah satu rencana konkret yang dibidik dalam kerja sama tersebut adalah pengembangan kapal hovercraft.
Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Kerja sama tersebut menggabungkan kemampuan industri BTI Defence di bidang alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan sumber daya manusia serta riset ITS dalam pengembangan teknologi kelautan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Iridium Integrated Logistic Support (ILS) dan Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA), Judha Nugraha.
Rektor ITS, Prof. Bambang Pramujati, mengatakan kerja sama ini mencakup pengembangan teknologi kelautan, inovasi produk, riset terapan, hingga industrialisasi di sektor pertahanan dan nautika.
“ITS punya kekuatan SDM di teknologi kelautan, termasuk perkapalan dan desain kapal. Ini ada kesempatan besar,” kata Bambang, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan, ITS memiliki Pusat Studi Pertahanan yang telah bekerja sama dengan BTI Defence dan Kementerian Pertahanan dalam pengembangan persenjataan. Kapasitas riset tersebut dinilai berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui kolaborasi dengan industri.
“Mereka dari industri, kami dari sisi penelitian. Apa yang kami wujudkan bisa dimasuki oleh BTI Defence karena mereka dari industri,” ujarnya.
Salah satu rencana konkret yang dibahas adalah pengembangan kapal hovercraft bersama BTI Defence dan Iridium. Bambang menyebut ITS memiliki pengalaman dalam merancang dan mengembangkan hovercraft pada 2015 melalui kerja sama dengan Kementerian Pertahanan.
“BTI Defence berkolaborasi dengan Iridium membangun hovercraft. Kami punya pengalaman membangun hovercraft pada 2015, sudah mendesain dan diwujudkan oleh Kemenhan,” ungkapnya.
Menurut Bambang, pengalaman tersebut dapat menjadi modal awal untuk merealisasikan kolaborasi ketiga pihak. Keberadaan Iridium di Uni Emirat Arab juga dinilai strategis untuk membuka peluang kerja sama di pasar internasional.
