Hilirisasi Batu Bara Perlu Perkuat Industri dan Kemandirian Energi Nasional

batampos – Hilirisasi energi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto didorong untuk memberikan nilai tambah bagi sumber daya alam sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Peran pemuda juga dinilai penting dalam mengawal pelaksanaan program strategis nasional tersebut.
Founder Generasi Ampera, M. Anwarul Fitro, mengatakan keterlibatan pemuda dalam pembangunan nasional perlu diperkuat. Menurutnya, pemuda memiliki posisi strategis untuk memahami kebijakan pemerintah, menyampaikan gagasan, serta mengawasi pelaksanaan program pembangunan.
“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. Mereka harus mengambil peran aktif dengan memahami kebijakan pemerintah, memberikan gagasan konstruktif, serta ikut mengawal pelaksanaan program strategis nasional,” kata Fitro dalam diskusi kelompok terarah (FGD) bertema Peran Pemuda dalam Suksesi Program Asta Cita Prabowo–Gibran: Hilirisasi Batu Bara dan Transisi Energi di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (24/10).
Ketua DPD KNPI Sumatera Selatan, Rudianto Widodo, mengatakan hilirisasi energi perlu dikembangkan karena berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan berpotensi membuka lapangan kerja baru.
Ia menjelaskan, hilirisasi menjadi langkah untuk mengolah sumber daya alam Indonesia di dalam negeri, sehingga tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga menghasilkan produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
“Dengan demikian, pengembangan industri diharapkan dapat menciptakan peluang kerja, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, serta memperkuat perekonomian nasional,” ujar Rudianto.
Menurut dia, kemandirian energi merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo yang membutuhkan langkah konkret. Organisasi kepemudaan, lanjutnya, dapat berkontribusi melalui edukasi energi, gerakan efisiensi penggunaan listrik, diskusi kebijakan, serta pengembangan gagasan inovatif sesuai kebutuhan daerah.
Sementara itu, Dosen Teknik Pertambangan Batu Bara sekaligus peneliti ekonomi dan kebijakan energi, Fadhil Mahdyrianto, menguraikan potensi sumber daya alam Indonesia, khususnya batu bara, dalam mendukung ketahanan energi dan pengembangan industri nasional.
Menurut Fadhil, hilirisasi perlu diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi jangka panjang. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan nilai tambah produk dan penguatan daya saing industri dalam negeri.
“Hilirisasi harus mampu menciptakan nilai tambah yang nyata, memperkuat daya saing industri, serta memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.



