Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Belajar dari Covid-19, Indonesia Perlu Perkuat Kesiapsiagaan Kesehatan

J
Penulis: JawaPos❯
Kegiatan The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026 di Jakarta. (Ist)
Kegiatan The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026 di Jakarta. (Ist)

Advertisement

batampos – Pengalaman menghadapi pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting bagi Indonesia untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi krisis kesehatan. Upaya tersebut tidak cukup dilakukan dengan meningkatkan kapasitas rumah sakit, tetapi juga memerlukan koordinasi antarlembaga, integrasi sumber daya, kemandirian teknologi medis, serta kolaborasi sektor kesehatan sipil dan militer.

Pentingnya penguatan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA III) 2026 yang diselenggarakan Perkumpulan Ketahanan Kesehatan Indonesia (Pertasindo) di Jakarta pada 21–23 Oktober 2026.

Forum tersebut mempertemukan pembuat kebijakan, praktisi kesehatan, akademisi, serta pakar internasional untuk membahas strategi memperkuat ketahanan kesehatan nasional.

Advertisement

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Hadi Tjahjanto menilai, pengalaman pandemi menunjukkan bahwa krisis kesehatan tidak dapat ditangani oleh satu institusi saja.

Menurut Hadi, ketahanan kesehatan mencakup kemampuan mengantisipasi ancaman, merespons keadaan darurat, dan memulihkan kondisi setelah krisis berlalu.

“Ketahanan kesehatan nasional bukan sekadar kemampuan menghadapi krisis, tetapi kemampuan bangsa untuk mengantisipasi, merespons, dan pulih. Tidak ada satu institusi atau sektor yang mampu menghadapi tantangan tersebut sendiri,” kata Hadi.

Advertisement

Ia menekankan perlunya tata kelola yang kuat, pembagian peran yang jelas, serta koordinasi lintas sektor agar penanganan krisis dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Ancaman kesehatan, lanjutnya, tidak hanya berasal dari penyakit menular, tetapi juga dapat berkaitan dengan bencana alam dan dampak perubahan iklim. Tanpa perencanaan yang matang, krisis kesehatan berpotensi meluas menjadi persoalan sosial, ekonomi, hingga stabilitas nasional.

Empat Aspek Ketahanan Kesehatan

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, ketahanan kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional.

Advertisement

Artikel Terkait

Cek Kesehatan Gratis Bidik 130 Juta Orang, 109 Juta Sudah Jalani Pemeriksaan

Cek Kesehatan Gratis Bidik 130 Juta Orang, 109 Juta Sudah Jalani Pemeriksaan

Program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau 109,3 juta orang pada 2026. Kemenkes mencatat layanan CKG tersedia di 99,8 persen Puskesmas di

10 Manfaat Air Hangat untuk Kesehatan, dari Hidrasi hingga Kenyamanan Pencernaan

10 Manfaat Air Hangat untuk Kesehatan, dari Hidrasi hingga Kenyamanan Pencernaan

Ketahui 10 manfaat minum air hangat di pagi hari, mulai dari membantu memenuhi kebutuhan cairan dan mendukung pencernaan hingga meredakan hi

    ISPA Masih Mengintai, 412 Kasus Tercatat di Batam

ISPA Masih Mengintai, 412 Kasus Tercatat di Batam

Kasus ISPA di Batam masih berfluktuasi. Dinkes mencatat 412 kasus pada 7 Oktober, dengan warga usia 19–59 tahun paling banyak terdampak

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer