
batampos – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menunjuk Arsyadany Ghana Akmalaputri sebagai Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Dirjen Gatrik). Penunjukan ini menjadi babak baru perjalanan karier perempuan yang telah hampir 20 tahun berkecimpung di sektor kelistrikan nasional.
Perempuan kelahiran Semarang, 25 Oktober 1982, tersebut mengawali karier di PT PLN (Persero) pada 2006. Selama berkarier di perusahaan listrik negara itu, Arsyadany pernah menduduki berbagai posisi, mulai dari bidang teknis, perencanaan, komunikasi korporat hingga manajemen perusahaan.
Kariernya di PLN dimulai sebagai Terampil Utama SCADA Teknologi Informasi di PLN Area Pengatur Distribusi Bali. SCADA merupakan sistem yang digunakan untuk memantau dan mengendalikan jaringan kelistrikan.
Dari posisi tersebut, Arsyadany terus dipercaya mengemban sejumlah jabatan strategis. Dia pernah menjabat Manajer Area Pengatur Distribusi Jawa Tengah, Manajer Unit Pelaksana Pengatur Distribusi Jawa Timur, hingga Senior Manager Perencanaan PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat.
Pengalamannya kemudian berkembang ke bidang komunikasi dan hubungan kelembagaan. Pada 2020, Arsyadany dipercaya menjadi Vice President Public Relations PLN.
Selanjutnya, dia menjabat Executive Vice President Stakeholder Management dan Board of Directors (BoD) Support, serta Executive Vice President Umum dan Aset Properti PLN.
Puncak kariernya di perusahaan tersebut ditandai dengan pengangkatan sebagai Direktur Distribusi PLN pada 18 Juni 2025 melalui keputusan pemegang saham. Dia menggantikan Adi Priyanto dalam jajaran direksi PLN.
Latar Belakang Pendidikan
Dari sisi pendidikan, Arsyadany merupakan lulusan S1 Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Surakarta pada 2004. Dia kemudian melanjutkan pendidikan magister Manajemen Bisnis di Universitas Diponegoro dan menyelesaikannya pada 2017.
Selain pendidikan formal, Arsyadany juga mengikuti sejumlah program pengembangan kepemimpinan. Di antaranya Operational Excellence Through Leadership dan Leadership Program for Executive Leaders di Queensland University pada 2016.



