Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Stok Nikel Dunia Berlebih, ESDM Pertimbangkan Pangkas Produksi

J
Penulis: JawaPos❯
Ilustrasi pertambangan nikel. (Ist)
Ilustrasi pertambangan nikel. (Ist)

Advertisement

batampos – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka peluang memangkas produksi nikel lebih dalam pada 2026. Langkah ini dipertimbangkan untuk menyesuaikan kapasitas optimal smelter sekaligus menjaga harga komoditas tersebut di tengah melimpahnya pasokan global.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM, Cecep Mochammad Yasin, mengatakan kondisi pasokan nikel dunia menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan tingkat produksi nasional.

Saat ini, kelebihan pasokan nikel global diperkirakan mencapai sekitar 800 ribu ton. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu memperhitungkan kemampuan penyerapan smelter serta keseimbangan pasokan dan permintaan.

Advertisement

"Concern paling utama adalah pasokan global cukup tinggi sampai 800 ribu ton. Jadi, kita juga tidak mungkin tidak mempertimbangkan kapasitas optimumnya smelter dan juga menjaga harga lebih bermanfaat bagi kita," ujar Cecep saat ditemui dalam kegiatan Minerba Convex di Jakarta, Selasa (3/11).

Menurut dia, pendekatan pemerintah dalam menentukan produksi tahun ini berpotensi berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya produksi lebih banyak disesuaikan dengan kebutuhan pasokan, kini pemerintah mempertimbangkan tingkat produksi yang paling optimal untuk pemanfaatan dalam negeri.

"Kalau kemarin kita bicaranya bahwa produksi kita menyesuaikan dengan kebutuhan pasokan, sekarang kita nggak ke sana. Kita melihat bahwa optimum berapa terkait dengan yang pas untuk pemanfaatan ke kita," ungkapnya.

Advertisement

Cecep juga menyebut sejumlah perusahaan tambang dan pengolahan nikel mulai mempertimbangkan pengurangan kapasitas produksi akibat tingginya stok global.

Perusahaan seperti Huayou disebut berencana memangkas kapasitas hingga 50 persen. Langkah serupa juga diperkirakan dilakukan sejumlah perusahaan lain, termasuk Harita dan Tsingshan.

"Karena pasokan yang stok global yang tinggi. Nah, itu jadi kita mungkin berbeda dengan tahun kemarin, mungkin akan lebih ekstrem lagi penurunannya," pungkasnya.

Bahlil Minta Pengusaha Nikel Tahan Produksi
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia meminta pelaku usaha pertambangan nikel menahan produksi untuk menjaga harga komoditas tersebut di pasar internasional.

Advertisement

Artikel Terkait

Indonesia Targetkan Produksi Rumput Laut Nomor Satu Dunia, Ini Strateginya

Indonesia Targetkan Produksi Rumput Laut Nomor Satu Dunia, Ini Strateginya

Menperin Muhammad Sarmuji menargetkan Indonesia menjadi produsen rumput laut nomor satu dunia melalui penguatan industri, hilirisasi, dan ek

Harga Minyak Dunia Naik Turun di Tengah Kebuntuan Diplomatik AS-Iran

Harga Minyak Dunia Naik Turun di Tengah Kebuntuan Diplomatik AS-Iran

Harga minyak mentah dunia bergerak fluktuatif. Brent naik ke 97,88 dolar AS per barel, sementara WTI turun di tengah kebuntuan AS-Iran.

Harga Minyak Dunia Menguat, Konflik AS-Iran dan Selat Hormuz Jadi Sorotan

Harga Minyak Dunia Menguat, Konflik AS-Iran dan Selat Hormuz Jadi Sorotan

Harga minyak dunia menguat pada Selasa (29/9), dengan Brent mencapai USD98,58 per barel di tengah ketegangan AS-Iran dan Selat Hormuz.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer