Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekspor Listrik Ditunda, Batam dan Kepri Diminta Jadi Prioritas

J
Penulis: JawaPos❯
TERANG: Salah satu rumah yang baru mendapat bantuan sambungan baru listrik di Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Kamis (15/10). (Kementerian ESDM)
TERANG: Salah satu rumah yang baru mendapat bantuan sambungan baru listrik di Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Kamis (15/10). (Kementerian ESDM)

Advertisement

batampos – Keputusan pemerintah menunda ekspor listrik ke Singapura dinilai tepat di tengah kebutuhan energi dalam negeri yang belum sepenuhnya terpenuhi. Pemerintah diminta memprioritaskan pemenuhan kebutuhan listrik nasional sebelum membuka peluang ekspor ke negara lain.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Dipo Satria Ramli, mengatakan kebijakan tersebut bukan berarti menolak ekspor listrik, melainkan memastikan kebutuhan dalam negeri terpenuhi lebih dahulu.

“Tidak menolak ekspor, tapi menolak salah urutan (sequencing). Betul, harusnya penyediaan listrik di domestik yang menjadi prioritas, terutama di Batam dan Kepulauan Riau (Kepri) yang sering kali terjadi blackout,” ujar Dipo saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (4/11).

Advertisement

Menurut Dipo, penundaan ekspor listrik ke Singapura merupakan langkah tepat. Fokus pemerintah saat ini seharusnya diarahkan pada pembangunan dan penguatan infrastruktur ketenagalistrikan di dalam negeri.

Ia menjelaskan, persoalan utama sektor kelistrikan Indonesia bukan semata-mata kekurangan kapasitas daya. Masih terdapat persoalan mendasar pada jaringan transmisi dan distribusi serta rantai pasok bahan bakar.

“PLN sudah lama belum meng-upgrade jaringan transmisi secara keseluruhan, sehingga banyak daya listrik yang loss karena inefisiensi,” ujarnya.

Advertisement

Selain itu, persoalan rantai pasok bahan bakar juga menjadi tantangan dalam menjaga keandalan pasokan listrik.

Menurutnya, pengurangan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta perbedaan harga batu bara domestik dengan pasar global turut memengaruhi pasokan batu bara untuk PLN.

Dipo juga menilai konsumsi listrik per kapita Indonesia masih relatif rendah dibandingkan negara lain, termasuk Vietnam. Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan pengembangan sektor ketenagalistrikan nasional masih cukup besar.

“Konsumsi listrik per kapita masih kecil misalnya dibandingkan dengan Vietnam,” ungkapnya.

Advertisement
Editor : Cipi Ckandina

Artikel Terkait

Batam-Bandung Terbang Langsung, Super Air Jet Buka Rute Baru Desember

Batam-Bandung Terbang Langsung, Super Air Jet Buka Rute Baru Desember

Super Air Jet membuka penerbangan langsung Batam-Bandung mulai 16 Desember 2026. Simak jadwal, frekuensi, dan harga tiketnya.

200 Merek Teknologi Global Ramaikan EMAX dan BMAX 2026 di Batam

200 Merek Teknologi Global Ramaikan EMAX dan BMAX 2026 di Batam

EMAX Indonesia 2026 dan BMAX 2026 akan digelar di Batam pada 28–30 Oktober dengan menghadirkan lebih dari 200 merek teknologi global

Polda Kepri dan Interpol Perkuat Perburuan Penyelundupan Bahan Kimia

Polda Kepri dan Interpol Perkuat Perburuan Penyelundupan Bahan Kimia

Polda Kepri memperkuat koordinasi dengan Interpol melalui operasi internasional CHASE untuk mengungkap penyelundupan bahan kimia

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer