Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Core Soroti MBG, Waspadai Kenaikan Harga Pangan

J
Penulis: JawaPos❯
Ilustrasi: Uji coba MBG prasmanan diminati, targetkan 1.000 hingga 5.000 dapur hingga 2026. (gpt)
Ilustrasi: Uji coba MBG prasmanan diminati, targetkan 1.000 hingga 5.000 dapur hingga 2026. (gpt)

Advertisement

batampos – Klaim keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu diimbangi dengan pengawasan keamanan pangan dan kesiapan pasokan bahan baku. Jika tidak, peningkatan permintaan untuk memenuhi kebutuhan program tersebut berpotensi memicu kenaikan harga pangan.

Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengatakan keberhasilan MBG perlu dilihat secara menyeluruh. Percepatan penyaluran program harus berjalan seiring dengan pemenuhan standar keamanan pangan dan pengawasan yang memadai.

Ia mencontohkan penutupan 1.276 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada September 2026 karena belum memiliki sertifikat laik higiene sanitasi. Kondisi tersebut menjadi salah satu catatan dalam pelaksanaan program MBG.

Advertisement

Yusuf juga menilai tambahan permintaan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan MBG harus diikuti kesiapan produksi dan distribusi. Ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan pasokan berpotensi mendorong kenaikan harga pangan.

Karena itu, pengadaan bahan pangan dari petani, koperasi, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal perlu diperkuat. Langkah tersebut dinilai dapat memperluas dampak ekonomi program sekaligus meningkatkan keterlibatan pelaku usaha di daerah.

Menurut Yusuf, pengadaan dari pelaku usaha lokal dapat memberikan manfaat ekonomi lebih luas selama kualitas, kontinuitas pasokan, dan keamanan pangan tetap terjaga.

Advertisement

Di sisi lain, program MBG telah memberikan dorongan terhadap permintaan domestik. Hingga 30 September 2026, realisasi anggaran program tersebut mencapai Rp 153,2 triliun atau 66,9 persen dari pagu efektif sebesar Rp 229 triliun.

Program MBG juga telah menjangkau sekitar 57 juta penerima. Dampaknya turut terlihat pada sektor akomodasi dan makan minum yang tumbuh 11,22 persen.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut tiga program prioritas Presiden Prabowo Subianto turut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,47 persen pada triwulan III 2026.

Pertumbuhan tersebut salah satunya didukung konsumsi pemerintah yang meningkat 8,95 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 5,66 persen.

Advertisement
Editor : Cipi Ckandina

Artikel Terkait

Pengadaan MBG Diusulkan Prioritaskan Produk UMKM dan Petani

Pengadaan MBG Diusulkan Prioritaskan Produk UMKM dan Petani

Indef mengusulkan porsi minimal pengadaan bahan pangan program MBG dari UMKM dan petani lokal untuk memperluas dampak ekonomi.

MBG dan Kopdes Jadi Penopang Ekonomi RI Kuartal III 2026

MBG dan Kopdes Jadi Penopang Ekonomi RI Kuartal III 2026

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen pada kuartal III 2026. Pemerintah menyebut MBG dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ikut menopang pe

BEM UI Pertanyakan Anggaran Kuliah Gratis, Singgung MBG dan Kopdes

BEM UI Pertanyakan Anggaran Kuliah Gratis, Singgung MBG dan Kopdes

Wakil Ketua BEM UI Fatimah Azzahra mempertanyakan sumber anggaran kuliah gratis di PTN di tengah prioritas pemerintah pada program MBG dan K

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer