Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

116 Smart Board Perkuat Pendidikan Digital di Natuna

A
Penulis: Antara❯
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Natuna, Nasria. F. Antara
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Natuna, Nasria. F. Antara

Advertisement

batampos - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Kepulauan Riau, terus memperkuat transformasi pendidikan digital melalui pemanfaatan smart board atau papan pintar di sekolah. Perangkat tersebut dinilai membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif sekaligus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Natuna, Nasria, mengatakan pemerintah daerah menerima bantuan sebanyak 116 unit smart board dari pemerintah pusat pada 2025. Seluruh perangkat tersebut telah didistribusikan ke sekolah penerima.

"Berdasarkan hasil pemantauan kami, smart board sudah dimanfaatkan oleh sekolah dan sangat membantu pendidik dalam proses pembelajaran," kata Nasria di Natuna, Sabtu.

Advertisement

Sebanyak 116 perangkat itu disalurkan kepada empat taman kanak-kanak (TK), 84 sekolah dasar (SD), dan 28 sekolah menengah pertama (SMP). Bantuan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat kompetensi peserta didik melalui pemanfaatan teknologi digital.

Menurut Nasria, penggunaan smart board memudahkan guru menyampaikan materi pelajaran secara lebih menarik dan mudah dipahami siswa. Beragam materi pembelajaran dapat ditampilkan dalam bentuk visual, animasi, maupun multimedia sehingga membantu siswa memahami konsep yang kompleks.

Sebagai contoh, pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), guru dapat menampilkan gambar hewan beserta struktur organ tubuhnya secara interaktif. Metode pembelajaran seperti ini dinilai mampu meningkatkan minat belajar sekaligus mendorong partisipasi aktif siswa selama proses belajar berlangsung.

Advertisement

Selain meningkatkan interaksi di kelas, smart board juga membantu guru menghemat waktu. Materi pembelajaran dapat disimpan dalam format digital sehingga mudah digunakan kembali, sementara proses evaluasi belajar siswa juga menjadi lebih praktis.

Meski demikian, Nasria mengakui jumlah smart board yang tersedia saat ini masih belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh sekolah di Kabupaten Natuna.

Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran daerah membuat pemerintah kabupaten belum dapat melakukan pengadaan perangkat secara mandiri. Karena itu, Pemkab Natuna masih mengandalkan dukungan dari pemerintah pusat untuk memperluas pemanfaatan teknologi digital di dunia pendidikan.

"Untuk saat ini, anggaran daerah belum memungkinkan untuk pengadaan smart board. Karena itu, kami memanfaatkan bantuan dari pemerintah pusat terlebih dahulu," ujarnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Natuna Mulai Kenalkan Geopark ke Pelajar untuk Kejar Pengakuan UNESCO

Natuna Mulai Kenalkan Geopark ke Pelajar untuk Kejar Pengakuan UNESCO

Badan Pengelola Geopark Nasional Natuna mulai mengenalkan geopark kepada pelajar TK hingga SMP sebagai bagian dari persiapan menuju pengakuan UNESCO.

Kredit Bank Umum di Natuna Turun 6,31 Persen

Kredit Bank Umum di Natuna Turun 6,31 Persen

Penyaluran kredit bank umum di Natuna turun 6,31 persen secara tahunan, meski sektor perikanan memiliki potensi ekonomi besar.

Natuna Tertinggi Serap Kredit Margin Nol Persen, Penyaluran K/PMR Kepri Capai Rp51,79 Miliar

Natuna Tertinggi Serap Kredit Margin Nol Persen, Penyaluran K/PMR Kepri Capai Rp51,79 Miliar

Kabupaten Natuna menjadi daerah dengan penyerapan tertinggi dalam Program Kredit Subsidi Margin Nol Persen (K/PMR) dari pemerintah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer