Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prancis Minta FIFA Batalkan Kartu Kuning Michael Olise

j
Penulis: jpg❯
Ilustrasi FIFA 2026.
Ilustrasi FIFA 2026.

Advertisement

batampos – Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengajukan permohonan kepada FIFA agar kartu kuning yang diterima gelandang serang Michael Olise dianulir. Kartu tersebut diterima Olise saat Prancis menghadapi Paraguay pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, 5 Juli lalu.

Menurut laporan L'Equipe, Olise diganjar kartu kuning pada masa injury time setelah terlibat insiden dengan winger Paraguay, Matias Galarza.

Namun, tayangan ulang menunjukkan Olise tidak melakukan kontak fisik. Pemain Bayern Munchen berusia 24 tahun itu hanya meletakkan jari telunjuk di depan bibir Galarza sebagai gestur meminta lawannya diam. Meski demikian, Galarza terjatuh dan wasit tetap memberikan kartu kuning kepada Olise.

Advertisement

Permohonan pembatalan kartu tersebut dinilai krusial bagi Prancis. Jika kartu kuning itu tetap tercatat dan Olise kembali mendapat kartu kuning saat menghadapi Maroko di babak perempat final, ia dipastikan absen pada semifinal apabila Les Bleus berhasil lolos.

Pelatih Prancis Didier Deschamps menilai pertandingan melawan Paraguay memang berlangsung keras dan diwarnai banyak pelanggaran dari kedua tim.

"Kami mendapat tiga kartu kuning dalam pertandingan yang penuh pelanggaran. Saya tidak mengatakan kami tidak melakukan pelanggaran, tetapi kedua tim sama-sama banyak melakukannya," ujar Deschamps.

Advertisement

Permohonan FFF juga muncul di tengah sorotan terhadap keputusan FIFA yang sebelumnya mengizinkan striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, tetap tampil pada babak 16 besar meski sempat menerima kartu merah langsung. Keputusan tersebut memicu perdebatan dan dinilai sebagian pihak bertentangan dengan prinsip fair play.

Hingga kini, FIFA belum memberikan keputusan terkait permohonan Prancis untuk menganulir kartu kuning yang diterima Olise. Keputusan tersebut dinantikan karena dapat memengaruhi komposisi skuad Les Bleus pada fase akhir Piala Dunia 2026. (*)

Advertisement
Editor : Jamil Qasim

Artikel Terkait

Kontroversi Skorsing Balogun, FIFA Siapkan Perubahan Kode Disiplin

Kontroversi Skorsing Balogun, FIFA Siapkan Perubahan Kode Disiplin

FIFA berencana mengusulkan perubahan Pasal 27 Kode Disiplin setelah penangguhan hukuman Folarin Balogun di Piala Dunia 2026 menuai kritik

FIFA Isyaratkan ASEAN Cup Digelar Empat Tahun Sekali

FIFA Isyaratkan ASEAN Cup Digelar Empat Tahun Sekali

FIFA mengisyaratkan FIFA ASEAN Cup menjadi turnamen empat tahunan. Format dan waktu penyelenggaraan edisi berikutnya masih dibahas.

Presiden DFB Serukan Diakhirinya ‘Sistem Infantino’ di FIFA

Presiden DFB Serukan Diakhirinya ‘Sistem Infantino’ di FIFA

Presiden DFB Bernd Neuendorf menyerukan perubahan kepemimpinan FIFA dan mengkritik apa yang disebutnya sebagai “sistem Infantino”.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer