
batampos – Legenda Manchester United, Gary Neville, mengaku terkejut Michael Carrick masih menjabat sebagai pelatih Setan Merah setelah timnya menelan kekalahan telak dari Como dan Bournemouth. Ia menilai Carrick menghadapi tugas berat untuk membangkitkan performa tim yang tengah terpuruk.
Kekalahan 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford pekan lalu semakin memperbesar tekanan terhadap Carrick. Sebelumnya, Manchester United juga dihantam Como dengan skor 1-4 di Liga Champions.
Situasi tersebut membuat masa depan Carrick menjadi tanda tanya. Meski demikian, pelatih berusia 45 tahun itu masih menjalankan aktivitas seperti biasa di pusat latihan Carrington dan berharap dapat memimpin tim saat menghadapi Chelsea, Sabtu mendatang.
Neville, yang pernah menjadi rekan setim Carrick di bawah asuhan Sir Alex Ferguson, mengaku memperkirakan kekalahan dari Bournemouth akan menjadi akhir masa jabatan mantan gelandang tersebut.
“Saya terkejut, tetapi saya senang karena saya benar-benar yakin bahwa apa yang saya saksikan pada hari Minggu akan menjadi akhir dari Michael,” kata Neville dalam wawancara dengan Sky Sports, seperti dikutip ESPN.
Menurut Neville, sikap Carrick setelah pertandingan melawan Bournemouth membuatnya menduga sang pelatih akan segera meninggalkan klub.
Ia menyoroti momen ketika Carrick berjalan meninggalkan lapangan, sementara para pemain berada di belakangnya. Gestur Carrick kepada suporter juga dinilai menyerupai salam perpisahan.
Meski terkejut Carrick masih dipertahankan, Neville mengaku belum yakin sang pelatih mampu membawa Manchester United keluar dari krisis dalam beberapa pekan ke depan.
“Saya senang dengan hasilnya karena kenyataannya pertandingan hari Minggu kemarin sangat sulit. Bagaimana kelanjutannya dalam beberapa minggu ke depan, saya tidak tahu,” ujarnya.
Neville berharap Carrick bisa kembali mendapatkan kepercayaan para pemain. Menurutnya, performa Manchester United dalam beberapa pertandingan terakhir menunjukkan bahwa tim belum tampil maksimal di bawah arahan sang pelatih.
“Tapi saya harap dia bisa membujuk para pemain itu untuk mulai bermain lagi untuknya karena mereka belum bermain untuknya dalam beberapa minggu terakhir,” katanya.
Ashley Young Soroti Performa Pemain
Di tengah spekulasi mengenai masa depan Carrick, mantan pemain Manchester United, Ashley Young, menilai pemecatan pelatih belum tentu menjadi solusi untuk mengatasi persoalan klub.
Young menegaskan para pemain juga harus bertanggung jawab atas penampilan buruk tim. Ia mempertanyakan berapa banyak pergantian pelatih dan perekrutan pemain yang masih dibutuhkan sebelum Manchester United mampu membangun skuad kompetitif.
“Bagi saya, para pemain perlu menjadi lebih baik, tetapi berapa banyak jendela transfer berbeda yang Anda perlukan untuk mendatangkan pemain-pemain tersebut?” ujar Young.
Ia juga meragukan pelatih-pelatih terbaik dunia akan langsung tertarik menangani Manchester United dengan kondisi skuad saat ini.
Young mencontohkan Luis Enrique sebagai salah satu pelatih papan atas yang mungkin mempertimbangkan situasi tim sebelum menerima tawaran dari Old Trafford.
Menurutnya, nama besar Manchester United memang masih memiliki daya tarik. Namun, reputasi klub saja tidak cukup untuk menjamin seorang pelatih mampu mengatasi persoalan yang sedang terjadi.
Dengan laga melawan Chelsea yang semakin dekat, Carrick dituntut menunjukkan respons positif. Hasil pertandingan tersebut berpotensi memengaruhi penilaian manajemen terhadap kemampuannya memimpin tim.
Manchester United membutuhkan kebangkitan nyata untuk menghentikan tren negatif sekaligus meredakan tekanan terhadap sang pelatih. (*)
