Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fenomena Supermoon, Banjir Rob Mengintai Pesisir Bintan dan Tanjungpinang

Y
Penulis: Yusnadi BP❯
Banjir rob melanda pesisir Kecamatan Tanjungpinang Kota, beberapa waktu lalu. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos
Banjir rob melanda pesisir Kecamatan Tanjungpinang Kota, beberapa waktu lalu. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos

batampos – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob yang mengintai wilayah pesisir Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan pada awal Januari 2026.


Advertisement

BMKG memprediksi pasang laut tinggi berpotensi terjadi selama sepekan, mulai 1 hingga 8 Januari 2026. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi fenomena astronomi, yakni fase perigee dan bulan purnama atau supermoon.

Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Muhammad Fadris, menjelaskan bahwa fase perigee diperkirakan terjadi pada 2 Januari 2026, disusul supermoon pada 3 Januari 2026. Kombinasi kedua fenomena tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian maksimum muka air laut.

“Hasil pemantauan data ketinggian air laut serta prediksi pasang surut menunjukkan adanya peluang terjadinya air laut pasang tinggi di wilayah pesisir Pulau Bintan,” ujar Fadris, Kamis (1/1).

Advertisement

Di Kota Tanjungpinang, wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob meliputi kawasan pesisir Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang Barat, dan Bukit Bestari.

Sementara di Kabupaten Bintan, potensi banjir rob diperkirakan terjadi di wilayah pesisir Bintan Utara, Teluk Sebong, Bintan Timur, serta daerah sekitarnya.

Menurut Fadris, banjir rob dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, terutama di kawasan pelabuhan dan permukiman pesisir. Dampak yang mungkin terjadi antara lain terganggunya aktivitas bongkar muat, kegiatan perikanan darat, hingga akses transportasi warga.

Advertisement

Selain potensi banjir rob, BMKG juga mencatat adanya peluang cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di wilayah Kepulauan Riau, termasuk Pulau Bintan. Kondisi cuaca umumnya berawan dan berpotensi disertai angin kencang serta sambaran petir.

“Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob, hujan deras, petir, angin kencang, serta gelombang tinggi di perairan Kepri,” imbau Fadris. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

 BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Batam dan Kepri pada 11-23 Juni 2026

BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Batam dan Kepri pada 11-23 Juni 2026

BMKG Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan dini banjir rob di Batam, Tanjungpinang, Karimun, dan Lingga pada 11-23 Juni 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer