Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waduk Gesek Kering, Ribuan Pelanggan PDAM Terdampak

M
Penulis: Mohamad Ismail❯

Kondisi ketinggian air di Waduk Gesek Bintan tinggal 30 centimeter akibat musim kemarau, Selasa (24/3). F. PDAM Tirta Kepri untuk Batam Pos
Kondisi ketinggian air di Waduk Gesek Bintan tinggal 30 centimeter akibat musim kemarau, Selasa (24/3). F. PDAM Tirta Kepri untuk Batam Pos


Advertisement

batampos – Krisis air mulai dirasakan warga Tanjungpinang. Waduk Gesek di Pulau Bintan mengalami penyusutan drastis akibat musim kemarau berkepanjangan, sehingga mengganggu distribusi air bersih ke masyarakat.

Saat ini, ketinggian air waduk hanya tersisa sekitar 30 sentimeter, jauh dari kondisi normal yang mencapai 2 meter. Dampaknya, debit air yang disalurkan ke pelanggan terpaksa dikurangi.

Direktur PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholik, mengatakan penyaluran air baku dari Waduk Gesek sempat dihentikan sementara karena kondisi tersebut.

Advertisement

“Sekarang sudah beroperasi kembali, tapi kapasitasnya sangat terbatas,” ujarnya, Selasa (24/3).

Menurutnya, pasokan dari Waduk Gesek kini hanya mampu melayani wilayah sekitar Gesek hingga Batu 10, Tanjungpinang. Sementara wilayah lainnya dialihkan menggunakan suplai dari Waduk Sungai Pulai.

“Untuk wilayah lain kami alihkan dari Sungai Pulai karena debit di Gesek tidak mencukupi,” jelasnya.

Advertisement

Di sisi lain, kondisi ini diperkirakan belum akan membaik dalam waktu dekat. Kepala Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, menyebut sebagian besar wilayah Kepulauan Riau diprediksi memasuki puncak musim kemarau pada Mei hingga Juli 2026.

Sebanyak 57 persen wilayah Kepri diperkirakan mengalami musim lebih kering dari normal, dengan curah hujan rendah.

“Curah hujan di Pulau Bintan pada Maret ini hanya sekitar 50–100 mm. Ini dipengaruhi lemahnya fenomena global seperti ENSO dan IOD,” ujarnya.

Ia menambahkan, durasi musim kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang dibandingkan biasanya.

Selain berdampak pada ketersediaan air bersih, kondisi ini juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Masyarakat diminta waspada terhadap potensi kebakaran, terutama karena rendahnya curah hujan dan angin yang cukup kencang,” pungkasnya. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

    Waduk Gesek dan Sei Pulai Masih Aman Saat Kemarau, Warga Diminta Hemat Air

Waduk Gesek dan Sei Pulai Masih Aman Saat Kemarau, Warga Diminta Hemat Air

PDAM Tirta Kepri memastikan ketersediaan air baku di Waduk Sei Pulai dan Gesek masih aman di tengah musim kemarau

500 Warga Salat Istisqa di Waduk Nongsa, BP Batam Benahi Distribusi Air

500 Warga Salat Istisqa di Waduk Nongsa, BP Batam Benahi Distribusi Air

Sekitar 500 warga mengikuti salat istisqa di Waduk Nongsa di tengah gangguan pasokan air bersih. Hujan kembali mengguyur pada akhir pekan

    Debit Waduk Nongsa Turun 4,5 Meter, BP Batam Kebut Perbaikan Suplai Air

Debit Waduk Nongsa Turun 4,5 Meter, BP Batam Kebut Perbaikan Suplai Air

Pasokan air warga Sambau terganggu setelah TMA Waduk Nongsa turun dari kondisi normal sekitar 10 meter menjadi 5,5 meter.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer