Kebakaran Lahan Tanjungpinang Capai 123 Hektare, Satu Hari 7 Titik Api

batampos – Musim kemarau yang berlangsung sejak awal tahun 2026 memicu lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) mencatat, sepanjang Januari hingga Maret 2026, total 123 hektare lahan terbakar dari 133 kasus yang terjadi.
Angka tersebut melampaui jumlah kejadian sepanjang periode yang sama pada 2025 yang hanya mencapai 83 kasus.
Baca Juga: Debit Air Siantan Naik Tipis, Cadangan Diperkirakan Bertahan 3 Minggu
Kasi Pemadam Kebakaran DPKP Tanjungpinang, Derry Ambary, mengatakan wilayah paling terdampak berada di Kecamatan Tanjungpinang Timur dengan 71 kejadian.
“Puncaknya pada 24 Maret, dalam satu hari terjadi tujuh kebakaran lahan,” ujarnya, Jumat (3/4).
Derry menjelaskan, kebakaran tidak semata-mata disebabkan faktor cuaca. Sebagian besar dipicu oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran sampah yang tidak terkendali.
Kondisi cuaca panas dan angin kencang memperparah situasi, sehingga api cepat meluas ke area sekitar.
“Angin kencang membuat api mudah menyebar, terutama di lahan kering,” tambahnya.



