Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Harga Sayur di Tanjungpinang Melonjak, Warga Mengeluh Pengeluaran Membengkak

Mohamad Ismail • Kamis, 26 Februari 2026 | 10:15 WIB

Pedagang sayur di Pasar Bintan Center Tanjungpinang. F. Mohamad Ismail/Batam Pos
Pedagang sayur di Pasar Bintan Center Tanjungpinang. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

Batampos - Harga sayuran di Kota Tanjungpinang mulai merangkak naik jelang perayaan Idul Fitri 1447H/2026. Kenaikan harga diklaim disebabkan kondisi gagal panen dari daerah pemasok.

Di Pasar Bintan Center Tanjungpinang, harga sayur kacang panjang kini dijual senilai Rp24 ribu per kilogram, dari yang sebelumnya hanya berkisar Rp16 ribu. Kemudian sawi putih senilai Rp20 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp15 ribu per kilogram.

Sementara tomat dijual Rp24 ribu per kilogram, wortel Rp18 ribu per kilogram, kangkung dan sawi biasa Rp12-Rp16 ribu per kilogram, hingga kentang kini dijual senilai Rp17 ribu per kilogram.

"Hanya beberapa jenis sayuran saja yang mengalami kenaikan harga. Seperti sawi dan kacang panjang," kata Lauren, pedagang Pasar Bintan Center, Rabu (25/2/2026).

Menanggapi itu, Kabid Stabilisasi Harga Disperdagin Tanjungpinang, Riyanto mengatakan bahwa kenaikan harga tersebut disebabkan terjadinya gagal panen dari daerah pemasok.

Terlebih, sebagian besar kebutuhan sayur di Tanjungpinang tidak hanya dipasok dari Bintan saja, melainkan juga dari daerah Sumatera. Selain itu, kata dia komoditas cabai juga mengalami perubahan harga.

Cabai nano tercatat mengalami kenaikan cukup signifikan. Jika sebelumnya dijual Rp80.000 per kilogram, kini harganya mencapai Rp115.000 per kilogram.

"Hanya cabai nano yang mengalami kenaikan. Yang lainnya masih terbilang normal," sebutnya.

Sementara itu, salah seorang warga Batu 9, Sita (34) mengaku mulai merasakan dampak kenaikan harga tersebut terhadap pengeluaran rumah tangganya.

“Kalau belanja sekarang memang terasa lebih mahal. Biasanya belanja sayur Rp15 ribu cukup untuk dua hari, sekarang harus tambah. Takutnya waktu lebaran naik lagi," pungkasnya. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#tanjungpinang #sembako #harga sayur