Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Nelayan Duga Kapal Pukat Trawl Beroperasi di Jemaja, Ini Penjelasan PSDKP 

Ihsan Imaduddin • Senin, 30 Desember 2024 | 14:00 WIB
KM Jakar Explorer yang diduga nelayan sebagai kapal pukat trawl. PSDKP Anambas menjelaskan kapal tersebut beroperasi untuk memperbaiki kabel fiber optic.
KM Jakar Explorer yang diduga nelayan sebagai kapal pukat trawl. PSDKP Anambas menjelaskan kapal tersebut beroperasi untuk memperbaiki kabel fiber optic.

batampos - Pengawasan terhadap aktifitas laut di zona inti membuat kapal pukat trawl leluasa beroperasi di perairan Pulau Jemaja, Kabupaten Anambas.

Pukat trawl dikenal sebagai alat tangkap yang merusak habitat laut, seperti terumbu karang dan dasar laut, serta tidak selektif sehingga mengancam populasi ikan kecil dan biota lainnya.

Informasi yang diterima batampos, kapal tersebut memiliki lambung berwarna merah dengan bendera Indonesia beroperasi dititik koordinat N. 03,25.614 E. 105.33.798.

Nelayan setempat menduga, kapal tersebut milik nelayan asing yang memanipulasi bendera agar tidak dicurigai.

"Sejak Kamis, (26/12) kemarin beroperasi. Kami ketemu saat mau melaut, ga jauh dari laut Sunggak, Jemaja Barat," ujar seorang nelayan, Herman kepada batampos, Minggu, (29/12).

Herman menjelaskan dari pantauan jarak jauh, terlihat Anak Buah Kapal (ABK) melempar pukat trawl untuk mendapatkan ikan.

"Kami tak berani mendekat, takut diancam atau intimidasi," sebut Herman.

Ia menegaskan penggunaan alat tangkap pukat trawl di zona inti jelas melanggar aturan perlindungan lingkungan dan dapat membawa dampak buruk.

"Perbuatan mereka menyebabkan nelayan tradisional yang bergantung pada alat tangkap ramah lingkungan akan mengalami penurunan hasil tangkapan akibat eksploitasi yang tidak bertanggung jawab," keluh Herman.

Peristiwa ini, lanjut Herman menjadi peringatan penting bagi pihak berwenang agar lebih serius melindungi zona inti dan menindak pelanggaran secara konsisten demi kelestarian ekosistem laut di Kepulauan Anambas.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Kasatker PSDKP) Anambas, Junet Ambarita membantah kapal yang beroperasi di perairan Jemaja merupakan kapal pukat trawl.

"Sudah kita cek, ternyata bukan kapal itu (pukat trawl). Tapi kapal milik provider Telkomsel nama kapalnya Jakar Explorer," jelas Junet.

Kapal Jakar Explorer, kata dia, berasal dari Batam menuju ke Anambas untuk memperbaiki kabel fiber optic yang sempat terputus.

"Perbaiki kabel, dulu kan sempat putus," sebut Junet.

PSDKP sangat komitmen dalam menindak kapal pukat trawl yang beraktifitas di wilayah Anambas. Maka dari itu, ia meminta nelayan jangan risau.

"Informasi ini bentuk kepedulian nelayan kita akan keselamatan terumbu karang. Cuma kita sudah pastikan bukan kapal pukat trawl," pungkas Junet. (*)

 

Editor : Tunggul Manurung
#nelayan