
batampos – Kecelakaan lalu lintas tunggal melibatkan mobil pikap yang mengangkut belasan santri terjadi di kawasan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Jumat (1/5) sore. Peristiwa nahas itu menewaskan satu orang santri, sementara 12 lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Khulil Niki Iqbali. Ia dinyatakan sudah tidak bernyawa saat tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri. Sementara korban lainnya langsung mendapat penanganan intensif di ruang perawatan.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, AKP dr Leonardo, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut korban sudah tiba dalam keadaan meninggal dunia.
“Korban tiba di rumah sakit sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya, Sabtu (2/5).
Sebanyak 12 santri lainnya mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda, mulai dari ringan hingga berat. Seluruhnya masih dalam perawatan tim medis.
“Ada 12 korban lainnya yang saat ini masih dirawat intensif,” tambahnya.
Peristiwa kecelakaan terjadi di Jalan CLT, Batu Besar, tidak jauh dari kawasan Yayasan Pesantren Alfadllu 7 Batam di Kampung Tengah. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kendaraan pikap tersebut melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya hilang kendali dan mengalami kecelakaan tunggal.
“Mobilnya melaju kencang, seperti tidak terkendali. Setelah kejadian, anak-anak itu minta tolong ke warga sekitar,” ujar seorang saksi di lokasi kejadian.
Saksi juga menyebutkan, saat kejadian tidak terlihat adanya orang dewasa di dalam kendaraan, melainkan hanya para santri yang menjadi penumpang. Sejumlah korban kemudian dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum dirujuk ke rumah sakit.
“Ada yang dibawa ke klinik terdekat, ada juga langsung ke rumah sakit,” katanya.



