Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Nelayan Anambas Galau, Ekspor Ikan Hidup ke Hongkong Terhenti, Ternyata Ini Penyebabnya

Ihsan Imaduddin • Selasa, 27 Mei 2025 | 17:00 WIB
Photo
Photo

batampos- Aktivitas ekspor ikan hidup di Anambas terhenti sejak beberapa bulan lalu. Terhentinya ekspor ikan disebabkan kapal yang menjemput hasil budidaya nelayan ini tidak beroperasi dari Hongkong sebagai negara tujuan.

"Kalau tidak salah, akhir Januari terakhir ekspor ikan. Habis itu sempat datang kapal, tapi balik lagi dia ke Natuna," ujar Kepala Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan (DP3) Anambas, Rovaniyadi, Selasa, (27/5).

Akibat terhentinya ekpor membuat nelayan lokal resah karena ikan yang ditangkap tidak bisa dijual dengan harga layak di pasar lokal.

Saat ini ada dua pengepul ikan aktif yang menampung hasil budidaya nelayan lokal yakni Dodo di Air Sena dan Handa di Tarempa Barat.

“Biasanya harga kerapu hidup bisa mencapai ratusan ribu per kilogram untuk ekspor dan napoleon jutaan per kilogram tapi sekarang nelayan hanya bisa menjual murah ke pengepul lokal atau bahkan membiarkannya di laut,” kata Rovan.

Rovan tidak mengetahui alasan terhentinya ekspor ikan hidup. Yang jelas saat ini pihaknya mendorong Pemerintah Pusat untuk mengatasi permasalahan ini.

“Kami berharap solusi bisa segera ditemukan agar roda ekonomi masyarakat pesisir, khususnya di sektor perikanan, bisa kembali bergerak,” ungkap Rovan.

Sektor ekspor ikan hidup selama ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat Anambas, khususnya di pulau-pulau terluar yang mengandalkan laut sebagai sumber penghasilan utama.

Dengan masuknya kapal ekspor Hongkong ini biasanya membuat perputaran ekonomi belayan berputar yang menghasilkan uang hampir Rp 3 Miliar.

Terhentinya ekspor ini tidak hanya berdampak pada penghasilan harian, tapi juga mengancam keberlanjutan usaha budidaya laut di daerah tersebut. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#hongkong #nelayan #ekspor ikan