batampos- Warga pulau Jemaja menuntut PLN Anambas untuk segera memulihkan pasokan daya listrik yang mengalami defisit selama sebulan.
Santos, salah satu warga, menilai PLN selama ini hanya memberikan angin surga agar kemarahan masyarakat melunak.
"Dari kemarin bilang sudah datang alatnya, tinggal uji coba. Tapi kenyataannya masih juga mati, seperti kita ini dimainkan," ujar Santos, Kamis, (29/5).
Warga, kata dia, sampai saat ini masih bersabar menunggu listrik normal kembali. Namun, jika tidak terus di gesa, PLN seakan terlena dengan keadaan ini.
"Kami ingin mereka membuat target, kapan normal kembali, kalau kerja tak pakai target, ya jadi begini, molor dan kita yang jadi korban. Alat elektronik pun sudah rusah," keluh dia.
Sementara itu, Manager PLN Anambas, Ade Listrian menegaskan pihaknya terus berupaya memulihkan daya listrik di Jemaja.
Terbaru, dua unit mesin pembangkit listrik dengan masing-masing daya 100 Kwh didatangkan PLN Anambas dari Tanjungpinang ke Jemaja.
"Ya, kita harap dua mesin ini bisa meringankan beban kelistrikan di Pulau Jemaja meskipun belum maksimal," ujar Ade Listrian.
Namun, untuk mengembalikan pasokan listrik secara optimal, PLN masih menunggu tambahan dua unit mesin lagi yang direncanakan akan dikirim dari Selat Panjang, Riau.
"Kita masih menunggu dan terus melakukan koordinasi soal kedatangan dua mesin tambahan tersebut," ungkap Ade.
Sebelumnya, listrik di Jemaja sempat mengalami blackout pada Jum'at, (23/5) malam pukul 20.00 WIB hingga Sabtu, (24/5) pukul 13.00 WIB.
Dampak dari tidak adanya listrik membuat aktifitas warga terganggu bahkan jaringan telekomunikasi lumpuh. (*)
Editor : Tunggul Manurung