Usulan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu di daerah kepulauan tersebut.
Ketua Baznas Anambas, Muksin, menyampaikan bahwa rumah-rumah yang diusulkan tersebar di beberapa kecamatan, terutama di wilayah yang sulit dijangkau dan memiliki kondisi rumah warga yang memprihatinkan.
"Total ada 12 unit rumah yang kami ajukan melalui program bantuan RTLH ke pusat. Saat ini sedang dalam proses verifikasi dan kami berharap semuanya bisa terealisasi tahun ini," ujar Muksin, Kamis (10/7/2025).
Muksin menjelaskan bahwa pengusulan ini merupakan bagian dari sinergi antara Baznas Anambas dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait, guna mempercepat penanggulangan kemiskinan ekstrem.
Baznas juga melakukan survei langsung ke lokasi rumah calon penerima bantuan untuk memastikan kondisi dan kelayakan rumah tersebut. Lalu, rumah yang direhab harus punya sendiri bukan menyewa.
Selain itu, penerima bantuan diprioritaskan bagi warga yang telah terdata dalam basis data fakir miskin dan memiliki keterbatasan ekonomi.
"Harapan kami, dengan program ini, masyarakat bisa tinggal di rumah yang lebih layak, sehat, dan aman," ucap Muksin.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menyambut baik langkah Baznas tersebut. Wakil Bupati, Raja Bayu mengatakan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar seperti tempat tinggal merupakan hal penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
"Kami sangat mendukung inisiatif ini. Semoga usulan dari Baznas mendapat respon positif dari pusat, dan bisa segera dilaksanakan di lapangan," kata Raja Bayu.
Raja Bayu juga mengimbau masyarakat untuk terus mendukung program zakat dan infak yang mereka kelola, karena dana tersebut akan kembali ke masyarakat dalam bentuk program-program sosial dan kemanusiaan. (*)
Editor : Tunggul Manurung